Monday, February 19Media Muslim

Analisis

Karpet Merah Rezim Otoriter dalam Pasal Penghinaan Presiden

Karpet Merah Rezim Otoriter dalam Pasal Penghinaan Presiden

Analisis, Terbaru
Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Sipil menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR, Senin (12/2/2018). foto: dtk MUSTANIR.COM, Jakarta -- Rencana memasukkan pasal penghinaan terhadap presiden dalam rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menuai perdebatan. Pasal itu dinilai nantinya akan digunakan rezim guna membungkam oposisi atau pengkritik pemerintah. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun salah satu pihak yang menolak pasal ini. Refly meminta pemerintah seharusnya berpikir panjang lebih dulu saat merencanakan pasal ini, sebab rentan disalahgunakan dan bisa menghidupkan otoritarianisme. "Sekarang mungkin tidak terlihat dari Presiden Jokowi. Tapi seandainya presiden yang berkuasa antikritik, mati semua dan demokrasi mundur," ujar Refly kepada CNNIndonesia.com....
Satgas Anti SARA Bentukan Polri di Pilkada, untuk Siapa?

Satgas Anti SARA Bentukan Polri di Pilkada, untuk Siapa?

Analisis, Terbaru
Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian | foto: tribunsolo MUSTANIR.COM, Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri Jakarta mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum selama proses Pilkada Serentak 2018, terutama politik uang yang sudah dianggap suatu kebiasaan menjelang pesta politik. Ia menyadari bahwa masih banyak anggota masyarakat yang kesadaran demokrasinya rendah sehingga terbuka dengan politik uang tersebut. Karena itulah, Polri membentuk satuan tugas politik uang yang berjalan sejak pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). (KOMPAS.com/11/1/2018). Kemudian menyusul Kapolri mengumumkan kembali bahwa Polri juga akan membentuk satgas anti-SARA. Satgas ini masi...
Mencium Aroma Pencitraan dalam Elegi Asmat

Mencium Aroma Pencitraan dalam Elegi Asmat

Analisis, Terbaru
ilustrasi. foto: panjimas MUSTANIR.COM, Santer diberitakan di sejumlah media bahwa 61 anak suku Asmat di Papua meninggal akibat campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 11 Januari 2018. RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak dan gizi buruk. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap. (Kompas.com 15/01/2018). Kabupaten Asmat merupakan daerah dataran rendah pesisir pantai, rawa-rawa yang tergenang air, sehingga akses menuju daerah hanya menggunakan speed boat (long boat) dan akses signal telepon belum ada (detik.news 15/01/2018) Beritanya kian menggema hingga menarik perhatian Jokowi dan beberapa pihak untuk bersegera menanggapi kasus kematian anak Asmat ini. Mulai dari Pemkab Asmat, Dinas Kesehatan, Kemenkes, partai politik, bahkan t...
Kasus ‘Kartu Kuning’ UI dan Pasal Penghinaan Presiden

Kasus ‘Kartu Kuning’ UI dan Pasal Penghinaan Presiden

Analisis, Terbaru
ilustrasi. image: mojok.co MUSTANIR.COM, Nama Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Zaadit Taqwa, mendadak muncul ke pentas politik nasional. Aksi heroiknya mengacungkan 'kartu kuning' di hadapan Presiden Jokowi mendapat respons luar biasa dari publik. Pro kontra atas aksi itu muncul. Namun, Presiden Jokowi memberikan tanggapan yang positif dan siap menerima kritik yang disampaikan sang mahasiswa. Sebagai negarawan, Jokowi mengapresiasi sikap Zaadit dan mengajaknya mengunjungi suku Asmat. Zaadit mengatakan aksi yang dilakukannya merupakan bentuk evaluasi bagi Jokowi dan Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Jokowi. Lewat aksi itu, BEM UI meminta Jokowi segera menyelesaikan gizi buruk di Papua, tak menunjuk perwira kepolisian sebagai plt gubernur menjelang...
Guru dan Murid Sama-sama Jadi Korban Sistem Pendidikan

Guru dan Murid Sama-sama Jadi Korban Sistem Pendidikan

Analisis, Terbaru
ilustrasi | netralnews MUSTANIR.COM, SLEMAN -- Baru-baru ini terjadi satu kejadian memilukan saat seorang murid melakukan pemukulan kepada seorang guru yang akhirnya merenggut nyawa sang guru. Sistem pendidikan menjadi salah satu faktor kuat yang dinilai mengakibatkan ini bisa terjadi. Tentu banyak aspek yang harus dilihat dari kejadian ini. Dari aspek psikologi misalkan, efek otak remaja memang membutuhkan satu eksistensi diri. Khususnya, dari satu bagian korteks yang memang membutuhkan efek-efek eksistensi dan kebahagiaan. Bila itu tidak didapatkan di sekolah, anak-anak tentu tidak memiliki ruang untuk membangun emosi secara seimbang. Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Nur Rizal, hal itu dikarenakan anak-anak membutuhkan luapan, dan b...
Faktor Prabowo di Balik Masuknya Jenderal (Purn) ke Kabinet?

Faktor Prabowo di Balik Masuknya Jenderal (Purn) ke Kabinet?

Analisis, Terbaru
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto berbincang di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/11) . foto: rol MUSTANIR.COM, Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi memasukkan dua jenderal ke dalam lingkaran utama pemerintahannya. Mereka adalah Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) dan juga Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Wantimpres. Masuknya dua jenderal purnawirawan yang memiliki pengaruh kuat itu bukan tanpa perhitungan dan sebab. Setidaknya ada tiga alasan mengapa Jokowi meramaikan kabinetnya dengan bertaburan bintang-bintang baik dari TNI maupun Polri. Sebelumnya sudah ada Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Kemaritiman dan Budi Gunawan yang menjadi Kepala BIN. Pertama, langkah Jokowi ini, menurut pengamat politik dar...
Lima Hari, Dua Ulama Dianiaya, Apa Motifnya?

Lima Hari, Dua Ulama Dianiaya, Apa Motifnya?

Analisis, Terbaru
prosesi sholat jenazah Ust Prawoto. foto: dakta MUSTANIR.COM, Dalam hitungan hari saja dua ulama dianiaya oleh orang yang diduga tidak waras. Ada kemiripan pola penyerangan yang menyebabkan kematian dan luka parah ini. Kesamaan pertama, ulama/ustaz yang menjadi korban penganiayaan itu. Kedua, penyerangan dilakukan oleh orang yang diduga tidak waras alias kemungkinan sakit jiwa. Ketiga, penyerangan dilakukan pada waktu subuh. Kemiripan pola ini bisa terjadi secara kebetulan, bisa juga memang ada yang membuatnya. Jika ada yang membuat tentu ada tujuan-tujuan atau pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada kelompok tertentu. Bisa juga ini bagian dari politik adu domba di tengah panasnya proses politik pilkada serentak khususnya di Jawa Barat. Pakar forensik menilai semua pertan...
Ini Mengapa Perusahaan Obat Banyak Pakai Gelatin dari Babi

Ini Mengapa Perusahaan Obat Banyak Pakai Gelatin dari Babi

Analisis, Terbaru
Ilustrasi. foto: rol MUSTANIR.COM, JAKARTA -- Cangkang kapsul ramai diberitakan terkait pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan baru-baru ini mengenai suplemen mengandung DNA babi. Penemuan DNA babi berhasil ditelusuri setelah dilakukan analisis berbasis asam nukleat. Kepala Laboratorium UI Halal Center, Amarila Malik, mengatakan gelatin merupakan suatu protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen dari kulit, jaringan ikat putih, dan tulang hewan. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan dalam pembuatan kapsul lunak dan kapsul keras, tablet, granul, suplemen makanan, dan sebagai penyalut bagi produk-produk obat. "Sumber gelatin dapat berasal dari mamalia seperti sapi dan babi juga dari unggas dan ikan. Namun, paling sering digunakan adalah gelatin yang berasal...
Aiman Witjaksono: Gaduh Politik Cantrang Jelang Pemilu

Aiman Witjaksono: Gaduh Politik Cantrang Jelang Pemilu

Analisis, Terbaru
Ilustrasi penggunaan cantrang. foto: tirto MUSTANIR.COM, Tiga tahun dirancang sejak awal Menteri Susi menjabat tetapi saat "deadline" tiba, yakni Januari 2018, pelarangan cantrang justru ditunda. Cantrang masih bisa dibolehkan untuk digunakan hingga batas waktu yang belum ditentukan! Cantrang yang kontroversial Cantrang mungkin asing di telinga masyarakat perkotaan tetapi sangat akrab dengan nelayan, terutama di Pantura (Pantai Utara Pulau Jawa), utamanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sebagian wilayah lainnya, pengurus nelayan justru melarang cantrang. Di Banyuwangi, Jawa Timur, atau di Aceh, misalnya. Di Aceh, pelarangan cantrang konon dilakukan sejak zaman Kesultanan Aceh pada abad ke-17. Cantrang memang kontroversial. Di satu sisi disebut bisa merusak lingkungan k...
Peran Media, Issue Terorisme, dan Simbiosis Mutualisme

Peran Media, Issue Terorisme, dan Simbiosis Mutualisme

Analisis, Terbaru
Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial ARD di Dukuh Segodo, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (15/8/2017). foto: kompas MUSTANIR.COM, JAKARTA -- Pemberitaan mengenai terorisme selalu mendapat tempat di media, sekecil apapun peristiwanya. Bahkan, penemuan bom panci yang belum meledak pun menjadi berita yang terus menerus "digoreng" oleh pewarta. Di sisi lain, para teroris ternyata menikmati pemberitaan media tersebut. Sorotan publikasi dianggap sebagai eksistensi kelompok mereka. Meski secara kualitas kecil, mereka tetap akan diekspos dan diperhatikan masyarakat karena peran media. Anggota Dewan Pers Nezar Patria menganggap hal tersebut seperti simbiosis mutualisme. Hubungan yang ...