Wednesday, December 13Media Muslim

Analisis

Masyarakat semakin Hilang Kepercayaan pada Parpol dan Politikus

Masyarakat semakin Hilang Kepercayaan pada Parpol dan Politikus

Analisis, Terbaru
Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2017) foto: antara MUSTANIR.COM, Padang -- Pengamat Politik dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Dr Eka Vidya menilai banyaknya warga yang tidak memilih atau golput dalam pemilu legislatif dipicu oleh hilangnya kepercayaan pada partai politik dan politikus. "Masyarakat sudah jenuh, apalagi dengan banyaknya janji-janji ketika kampanye yang tidak dipenuhi ketika menjabat," katanya di Padang dalam kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilu serentak 2019 yang digelar KPU Padang, Senin. Menurutnya masyakat saat ini sudah bijak dalam menilai suatu hal. Misalnya ketika pemilu, politikus menjanjikan kesejahteraan namun pada kenyataannya mereka berpikir nasibnya begitu saja dari tahun...
KH Shiddiq Al Jawi Sebut Pernyataan Mahmud MD Cacat Epistemologis Bagian 2

KH Shiddiq Al Jawi Sebut Pernyataan Mahmud MD Cacat Epistemologis Bagian 2

Analisis, Terbaru
KH Shiddiq Al Jawi | foto: muslimmedianews MUSTANIR.COM, Sesungguhnya, jika penalaran Prof. Mahfud MD tentang “sistem yang baku” itu diikuti, niscaya akan gugurlah banyak kewajiban syar’i yang ada dalam ajaran Islam. Karena adanya khilafiyah tentu tidak hanya ada dalam pembahasan khilafah, tapi juga ada dalam pembahasan bab-bab fiqih yang lain, seperti wudhu, sholat, puasa, haji, dan sebagainya. Dalam wudhu, misalnya ada perbedaan pendapat ulama mengenai apakah menyentuh perempuan membatalkan wudhu atau tidak. Mengikuti logika Prof. Mahfud MD, berarti wudhu itu tidak baku. Dalam sholat Shubuh, ada yang membaca Qunut ada yang tidak. Artinya, menurut logika Prof. Mahfud MD, sholat Shubuh tidak baku. Dalam puasa Ramadhan, Imam Malik mencukupkan niat satu kali untuk seluruh bulan Ram
KH Shiddiq Al Jawi Sebut Pernyataan Mahmud MD Cacat Epistemologis

KH Shiddiq Al Jawi Sebut Pernyataan Mahmud MD Cacat Epistemologis

Analisis, Terbaru
Mahmud MD | foto: nusantaranews Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI (Pimpinan Pesantren Hamfara Jogjakarta; Anggota Komisi Fatwa MUI Propinsi DIY; Mahasiswa Doktoral Prodi Dirasah Islamiyah UIN Sunan Ampel Surabaya) MUSTANIR.COM, Sudah tersebar luas tantangan Prof. Mahfud MD via akun twitter beliau agar para penyeru khilafah menunjukkan sistem baku Khilafah. Prof. Mahfud MD menulis di akun twitter-nya,”Kalau mereka bisa menunjukkan sistem baku khilafah dari Qur`an dan Hadits maka saya akan langsung mempejuangkan khilafah bersama mereka. Ayo.” Dalam tweet beliau yang lain,”Sy bilang, ayo siapa yg bs tunjukkan sistem khilafah yg baku saya akan jd pengikutnya. Tapi tdk pernah ada, tuh.” Istilah “sistem baku” nampaknya menjadi satu terminologi kunci (keyword) dalam pernyataa
KSHUMI: Biarkan Pembubaran Pengajian, Rezim Jokowi Anti Islam

KSHUMI: Biarkan Pembubaran Pengajian, Rezim Jokowi Anti Islam

Analisis, Terbaru
Rezim Jokowi. foto: mu MUSTANIR.COM, Jakarta – Karena kerap membiarkan ormas radikal intoleran membubarkan pengajian dengan kasus terbaru persekusi pengajian Ustadz Abdul Shomad di Bali, rezim Jokowi dinilai sebagai rezim anti Islam. “Dengan rentetan peristiwa tersebut, saya bisa mengatakan bahwa rezim anti Islam!” tegas Ketua Eksekutif Nasional Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Chandra Purna Irawan kepada mediaumat.news, Jum’at (8/12/2017). Menurut Chandra, sebetulnya jika rezim tegas tentu ormas yang demikian ditindak tegas. Jika tidak, maka wajar masyarakat mengatakan bahwa ada upaya pembiaran. “Saat ini seperti ada narasi yang berkembang yaitu gerakan-gerakan Islam dituduh tidak pancasilais, tidak cinta NKRI. Sehingga ketika ada ormas yang berusaha membu
57 Negara Islam dalam OKI Menganut Sistem Khilafah, Benarkah?

57 Negara Islam dalam OKI Menganut Sistem Khilafah, Benarkah?

Analisis, Terbaru
KTT OKI 13 di Istanbul | foto: fokusislam MUSTANIR.COM, Ada argumen yang kontradiktif, jika Khilafah dipertanyakan orisinalitasnya sebagai ajaran Islam, mengapa harus mengatakan bahwa anggota OKI adalah Khilafah? Apakah ini sebetulnya adalah pengakuan tersembunyi, bahwa Khilafah memang ajaran Islam dan ajaran yang akan membawa kebaikan? OK, kita tidak bahas hal ini. Ini tema yang lain. Benarkah OKI adalah Khilafah? Sepanjang yang saya tahu, tidak ada satu pun negara OKI yang secara formal mengaku sebagai Khilafah. Jika ada, saya yang awam ini mohon diberi tahu. Para pemimpinnya pun tidak mau disebut Khalifah. Bahkan, banyak para pemimpin negara OKI yang mengkriminalisasi ajaran Khilafah dan mempersekusi perjuangan Khilafah. Saya tidak akan memberikan contohnya, karena tanah tempa...
Menjawab Tantangan Mahfud MD tentang Khilafah

Menjawab Tantangan Mahfud MD tentang Khilafah

Analisis, Terbaru
foto: tribun Oleh: Ustadz Choirul Anam MUSTANIR.COM, Meskipun pembahasan tentang Khilafah dilarang di Indonesia, namun saat ini diskusi tentang Khilafah justru sangat marak. Beberapa tokoh nasional, termasuk mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfudz, termasuk yang paling getol menggulirkan diskusi dan pembahasan tentang Khilafah. Baru-baru ini, beliau mengajak diskusi dengan siapa saja tentang Khilafah. Dalam suatu seminar nasional 'Tantangan NKRI di Tengah Penetrasi Ideologi Transnasional' di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Kamis (7/12/2017), beliau mengatakan: "Saya nantang siapa saja, di mana saja, di dalam forum yang terbuka. Yang bisa menunjukkan kepada saya, tentang adanya Kholifah atau Khilafah tentang adanya Khilafah sebagai sist...
Khilafah Lawan Berimbang Bagi AS dan Sekutunya?

Khilafah Lawan Berimbang Bagi AS dan Sekutunya?

Analisis, Terbaru
foto: gurusiana MUSTANIR.COM, Kemarahan dan kewibawaan kaum muslimin sedunia terbangkitkan. Mendengar keputusan Trump yang menyakitkan. Mengumumkan Al-Quds sebagai Ibukota Israel. Siapa sebenarnya Trump? Begitu sombong dan arogan. Inilah pembuktian bahwa siapa kekuatan besar dibalik sang penjajah Israel di bumi kaum muslim. Yahudi dengan pengakuan diri sebagai sebuah negara saja belum bisa diterima. Karena mereka tak lebih dari penjajah bagi Palestina. Lewat AS dan negara2 pendukungnyalah Israel menguatkan eksistensinya. Bahkan makin lancang akan menduduki al-Quds sebagai ibukotanya. Kejadian ini seakan teguran bagi kita umat muslim sedunia. Makin membuka mata siapa musuh besar sebenarnya bagi muslim dan negeri-negeri Islam sedunia? AS dan pendukungnya, penjaga sistem kapit...
Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat Bagian 2

Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat Bagian 2

Analisis, Terbaru
foto: globalmuslim MUSTANIR.COM, Dalam buku Moderasi Islam yang ditulis oleh Dr. Muchlis M Hanafi, disebutkan bahwa ciri/karakter Islam moderat yaitu menerima perbedaan, memberikan kemudahan kepada orang lain dalam beragama dalam hal ini Islam harus mau toleransi dan menghargai agama diluar Islam, terbuka dengan dunia luar, mengedepankan dialog dan bersikap toleran. Robert Spencer – "Analis Islam terkemuka di AS – menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim; meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam; menolak supremasi Islam atas agama lain; menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain (murtad) harus dibunuh; mendorong kaum muslim untuk menghilangk
Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat | Mustanir Media

Zona Abu-Abu itu Bernama Islam Moderat | Mustanir Media

Analisis, Terbaru
image: geotimes MUSTANIR.COM, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mengadakan perhelatan kabar International Islamic Education Expo (IIEE) atau Pameran Pendidikan Islam International 2017 di International Convention Exhibition, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (21/11/2017). Tepat di acara tersebut terdapat pula "Serpong Declaration" yang berisi didalamnya ajakan untuk menyebarkan Islam moderat. Seperti isi pidato Menag, Lukman Safiudin "Isi dari Deklarasi Serpong bagaimana kita menjadikan Islam yang wasathiyah, Islam yang rahmatan lil alamin sebagai pedoman untuk menyebarkan Islam moderat." (detiknews.com) Acara ini dihadiri oleh para tokoh dan beberapa ormas besar perwakilan pimpinan Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Alwasliyah,Matl...
‘Indonesia Tak Belajar dari Pengalaman Korupsi Masa Lalu’

‘Indonesia Tak Belajar dari Pengalaman Korupsi Masa Lalu’

Analisis, Terbaru
Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah belajar dari pengalaman masa lalu dalam memberantas korupsi. foto: cnn MUSTANIR.COM, Jakarta -- Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah belajar dari pengalaman masa lalu dalam memberantas korupsi. Hal tersebut disampaikan Adnan Topan Husodo dalam diskusi buku 'Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia, dari Daendles (1808-1811) sampai Era Reformasi', di Cemara 6 Galeri, Jakarta, Jumat (8/12). "Buku ini memberikan pelajaran bagi kita, untuk mengatakan sebenarnya secara sarkastik, bahwa kita ini tidak belajar dari pengalaman yang pernah terjadi," kata Adnan. Adnan sedikit menyinggung isi buku yang ditulis Peter Carey be...