Wednesday, June 20Media Muslim

Berita

Ketua DPR Minta Intel Masuk Kampus Tangkal Radikalisme

Ketua DPR Minta Intel Masuk Kampus Tangkal Radikalisme

Berita, Terbaru
Ketua DPR Bambang Soesatyo. foto: detikNews MUSTANIR.COM, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Intelijen Negara (BIN) masuk ke kampus-kampus. Hal ini disampaikan Bambang menyusul data yang didapat pemerintah terkait sejumlah perguruan tinggi yang mahasiswanya sudah terpapar radikalisme. "Saya mendorong komisi I menggerakkan BIN untuk menyebar ke kampus apakah informasi itu benar atau hanya isapan jempol," kata Bamsoet di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/6). Bambang mengatakan pihaknya bakal mengkaji lagi data yang diberikan pemeritnah terkait mahasiswa yang terpapar radikalisme. DPR, kata Banbang, akan mendorong komisi III untuk melakukan pendalaman. "Kami pasti mendoorng komisi III melakukan pendalaman dengan Kapolri untuk menggerakkan intelejennya k...
KPK: Tak Ada Kata Ampun untuk Kepala Daerah yang Korup

KPK: Tak Ada Kata Ampun untuk Kepala Daerah yang Korup

Berita, Terbaru
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. foto: tempo MUSTANIR.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menginginkan agar tak ada kata ampun untuk para pejabat yang tetap nekat korupsiwalau pernah disupervisi oleh KPK. Saut bahkan menyarankan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK agar memperberat tuntutan pidana kepada mereka. "Saya berkali-kali bilang ke jaksa penuntut KPK agar ini dijadikan pemberatan. Sebab, KPK hanya dianggap angin lalu. Kerugian negara tidak ada dampaknya," kata Saut melalui pesan singkat, Senin (11/6). Pada pekan lalu, KPK menggelar operasi tangkap tangan di Jawa Timur. Padahal KPK, sudah melalukan pengarahan dan adanyapenandatanganan komitmen bersama anti-korupsi kepada seluruh para kepala daerah di Jawa Timur pada tahun 2...
20 tahun reformasi, bukan kemajuan tetapi keprihatinan

20 tahun reformasi, bukan kemajuan tetapi keprihatinan

Berita, Terbaru
Tommy Soeharto. foto: merdeka MUSTANIR.COM, Bantul - Kritikan terhadap kondisi Indonesia yang saat ini memiliki banyak utang luar negeri dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Kritikan ini disampaikan oleh Tommy saat berpidato di konsolidasi pemenangan Partai Berkarya di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (11/6). "Kita sangat prihatin sekali 20 tahun kita telah melakukan reformasi bukan kemajuan tapi keprihatinan. Kita punya utang sampai Rp 5 ribu triliun menurut laporan BI. Utang wajar tapi kita harus tahu kapan utang bisa dilunasi," ujar Tommy. Tommy juga mengkritik kebijakan pemerintah yang saat ini banyak memberikan kelonggaran terhadap investasi a...
DMI Bantah Tudingan Sandiaga soal Masjid Radikal di Jakarta

DMI Bantah Tudingan Sandiaga soal Masjid Radikal di Jakarta

Berita, Terbaru
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin (tengah) MUSTANIR.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komisaris Jenderal Syafruddin membantah keberadaan 40 masjid yang terpapar radikalisme di Jakarta. Menurutnya, masjid tak mungkin terpapar karena merupakan benda mati. "Tidak ada masjid radikal, saya bantah itu. Masjid kan tempat ibadah, tempat suci, tidak bisa bicara seperti orang," ujar Syafruddin saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (11/6). Munculnya 40 masjid yang terpapar radikalisme ini berawal dari pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ia mengaku mendapat hasil itu dari survei Alissa Wahid yang disebarkan dan kemudian diverifikasi Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual pemprov DKI Jika yang dimaksud ...
Artidjo: Rakyat Butuh Caleg Bersih, Bukan Bekas Koruptor

Artidjo: Rakyat Butuh Caleg Bersih, Bukan Bekas Koruptor

Berita, Terbaru
Artidjo Alkostar, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. foto: tribun MUSTANIR.COM, JAKARTA - Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar menilai pencalonan kembali mantan koruptor sebagai calon legislatif dalam pemilu tidaklah elok secara etika. Menurutnya, rakyat membutuhkan bahan baku pemimpin terbaik sebagai wakilnya di parlemen. Oleh karena itu, calon legislatif haruslah bersih dan tak cacat hukum, bukan bekas koruptor. "Saya kira hal yang memprihatinkan kalau koruptor itu masih dapat mencalonkan lagi," ujarnya di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Rabu (29/5/2018). Ia menuturkan, Indonesia adalah negara yang besar dengan sumber daya manusia yang berlimpah. Artidjo yakin banyak SDM yang berkualitas dan layak untuk maju sebagai caleg 2019. Oleh karena itu, menurutn...
135 Warga Palestina Syahid Sejak Maret atas Serangan Israel

135 Warga Palestina Syahid Sejak Maret atas Serangan Israel

Berita, Terbaru
Ricuh di Jalur Gaza. foto: cnn MUSTANIR.COM, RAMALLAH -- Sebanyak 135 warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah tewas sejak Maret. Mereka tewas akibat diserang pasukan keamanan Israel ketika berdemonstrasi menuntut Israel mengembalikan desa-desa yang didudukinya kepada para pengungsi Palestina. "Dari 135 orang, 127 di antaranya tewas dalam aksi protes di Jalur Gaza," kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, Sabtu (9/6). Selain korban tewas, terdapat sekitar 14.700 korban luka. Mereka terluka akibat tertembak, terkena pecahan peluru dan gas air mata. Sejak 30 Maret lalu, warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel menggelar demonstrasi. Dalam aksinya massa menuntut Israel mengembalikan desa-desa yan...
Penjelasan PBNU Soal Kunjungan Gus Yahya Staquf ke Israel

Penjelasan PBNU Soal Kunjungan Gus Yahya Staquf ke Israel

Berita, Terbaru
Yahya Staquf. foto: Tribunnews.com MUSTANIR.COM, JAKARTA -- Beberapa akhir ini dunia maya digegerkan undangan dari salah satu kampus di Israel untuk Pengurus Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam undangan yang viral di media sosial tersebut mencuat isu adanya kerja sama antara PBNU dan Israel. Menanggapi isu tersebut, Ketua PBNU Robikin Emhas membantahnya. Ia menegaskan tidak ada kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel. "Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan," ujarnya kepada Republika, Jakarta, Ahad (10/6). Menurutnya, kepergian Gus Yahya Staquf ke Israel adalah selaku pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU. Saya yakin kehadiran Gus Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dun...
Dikawal Ketat, Alfian Tanjung Dijebloskan ke Lapas Porong

Dikawal Ketat, Alfian Tanjung Dijebloskan ke Lapas Porong

Berita, Terbaru
Alfian Tanjung saat tiba di Lapas Kelas I Surabaya di Porong. Foto: detik MUSTANIR.COM, Sidoarjo - Setelah kasasi kasusnya ditolak Mahkamah Agung, Alfian Tanjung segera diekseskui. Alfian dipindahkan dari Rutan Mako Brimob menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya di Porong. Dari pantauan detikcom, Alfian tiba di Lapas Klas I Surabaya di Porong sekitar pukul 10.00 WIB. Alfian dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Alfian dibawa dengan pengawalan ketat dari Polresta Sidoarjo. Menurut Kajari Tanjung Perak Surabaya Rahcmat Supriady, hari ini pihaknya melaksanakan eksekusi untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung dan amar putusannya yang menyatakan menolak permohonan kasasi dari Alfian. Dan struktur umum putusan kasasi merupakan ...
Kemenristekdikti Langgar HAM Jika Pantau Medsos Mahasiswa

Kemenristekdikti Langgar HAM Jika Pantau Medsos Mahasiswa

Berita, Terbaru
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati. foto: edunews MUSTANIR.COM, JAKARTA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) jika memantau komunikasi civitas akademika di perguruan tinggi. Maka itu, rencana Kemenristek Dikti untuk memantau komunikasi civitas akademika di perguruan tinggi dalam rangka menangkal paham radikal dinilai ide yang keliru dan serampangan. "Ide ini akan menabrak hak asasi manusia (HAM). Alih-alih rencana ini akan menangkal radikalisme, justru sebaliknya berpotensi memproduksi radikalis-radikalis baru," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Kamis (7/6/2018). Dia menyarankan, Kemenristek Dikti seharusnya fokus pada upaya pencega...
Awasi Medsos Mahasiswa, BEM SI Sebut Menristek Berlebihan

Awasi Medsos Mahasiswa, BEM SI Sebut Menristek Berlebihan

Berita, Terbaru
Menristekdikti M Nasir. foto: Netralnews.com MUSTANIR.COM, Jakarta - Rencana langkah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir buat memantau media sosial (medsos) mahasiswa dianggap terlalu berlebihan. Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Ahmad Wali Radhi menilai hal itu sebetulnya tidak perlu dilakukan. "Rencana upaya yang dilakukan Pak Nasir untuk melakukan pelacakan nomor HP dan medsos itu merupakan suatu upaya yang berlebihan dan didasari motif terlalu khawatir," kata Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/6). Nasir berniat menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mendata medsos mahasiswa buat mencegah radikalisme di kampus. Mereka menyatakan akan membuat profil dari setiap mahasiswa, berdasarkan akti...