Monday, April 23Media Muslim

Dakwah

Menjaga Pandangan Mata Karena Takut kepada Allah

Menjaga Pandangan Mata Karena Takut kepada Allah

Dakwah, Terbaru
Ilustrasi. foto: Bicara Wanita MUSTANIR.COM, Salah satu nikmat pemberian Allah adalah mata. Sebagai media interaksi antarmanusia atau antara manusia dan lingkungan, mata merupakan nikmat tak ternilai yang patut disyukuri. ''Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur'' (QS al-Mulk [67]: 23). Mata mempunyai hak yang harus ditunaikan penggunanya sesuai kehendak Allah. Mata tidak bisa dipakai seenaknya untuk memandang, tetapi harus dikendalikan, dengan menjaga pandangan. Allah berfirman, ''Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Katakanlah kepada perempuan yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluann...
Teken Perpres TKA, Jokowi Dinilai Persulit Hidup Rakyat

Teken Perpres TKA, Jokowi Dinilai Persulit Hidup Rakyat

Dakwah, Terbaru
Jokowi. foto: detik MUSTANIR.COM - Kian hari kehidupan kita kian sulit dan susah. Barang-barang kian melonjak tinggi menambah deret derita rakyat. Orang-orang menjalani hidup dengan penuh kecemasan. Apakah hari esok mereka masih dapat bekerja sebagaimana biasanya, ataukah tiba-tiba saja surat PHK menghiasi meja kerjanya. Diera yang serba sulit bahkan untuk bernafas sekalipun, pemerintah menambah gores luka dengan menandatangi dan meresmikan Perpres TKA (Republika, 07/04/2018). Perpres yang baru saja ditanda-tangani ini semakin membuat jurang kesenjangan antara perkerja lokal dengan pekerja asing. Dimana mempermudah keluar masuk perkerja asing dan aseng. Ada apa dengan negara kita? Pada awal tahun 2018, pembahasan PHK sudah ramai terjadi. Pernyataan Said Iqbal yang merupak...
Demokrasi Melahirkan Pejabat Bermental Maling

Demokrasi Melahirkan Pejabat Bermental Maling

Dakwah, Terbaru
Koruptor (ilustrasi). foto: Merdeka MUSTANIR.COM - Publik kembali dibuat sedih, prihatin dan terpukul atas penetapan tersangka 38 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diduga terlibat dalam kasus suap interpelasi dan pengesahan APBD Sumut oleh mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho. Mendagri Tjahyo Kumolo berkomentar atas kasus ini, "Saya sebagai Mendagri tentunya merasa prihatin, merasa sedih karena ini mencakup puluhan mantan dan anggota Dewan," kata Tjahjo melalui siaran pers Puspen Kemendagri (news.okezone.com , 1/4/2018). Di hadapan para simpatisan Partai Gerindra, Prabowo juga turut berkomentar, "Ada elite kita yang goblok atau menurut saya campuran itu. Sudah serakah, mental maling, kemudian h...
Menjawab Pertanyaan, Kapan Khilafah Berdiri?

Menjawab Pertanyaan, Kapan Khilafah Berdiri?

Dakwah, Terbaru
Image: Tsaqofah ID MUSTANIR.COM, Pertanyaan yang paling sering muncul, baik oleh orang yang pro atau yang kontra, baik sebuah pertanyaan keseriusan atau sebuah ejekan, baik untuk mencari tahu atau untuk memberi kesan dungu, adalah tentang kapan Khilafah tegak berdiri. Bagi yang serius, pertanyaan ini penting agar apa yang di diskusikan terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bagi yang mengejek, pertanyaan ini sekedar untuk mengkonfirmasi bahwa ide Khilafah itu mimpi, karena tidak dapat dipastikan kapan akan berdiri. Tegaknya Khilafah itu bukan seperti pilihan Presiden, bukan menjadi Aleg, bukan menjadi Gubernur atau Walikota. Pertanyaan politik tentang kapan akan merebut kursi, menguasai parlemen, menduduki tampuk kekuasaan, bagi pelaku politik praktis dapat...
Partai Setan Gunakan Ideologi Setan untuk Realisir Visinya

Partai Setan Gunakan Ideologi Setan untuk Realisir Visinya

Dakwah, Terbaru
Ilustrasi. foto: eramuslim MUSTANIR.COM, Partai setan adalah kelompok politik yang menggunakan ideologi setan untuk merealisir visi politiknya. Visi politik setan adalah untuk berebut sekerat tulang dunia yang tidak mengenyahkan. Berebut berahi dunia, yang kelak akan menjadi bara api di neraka. Berebut kekuasaan di dunia untuk mengumpulkan harta, tahta dan wanita, yang pada akhirnya di akherat akan menjadi sesalan. Partai setan, didunia kadernya dibuat sibuk untuk mengejar kuasa, diakherat kesibukan itu akan menyibukkan kadernya menghadapi kerasnya adzab neraka. Partai setan, adalah partai yang mengadopsi nilai dan ajaran setan. Menjadikan akal dan hawa nafsu sebagai rujukan. Mengumpulkan kader dan anggota untuk berjibaku dalam pesta pesta politik setan. Partai setan te...
Mulusnya Karpet Merah Bagi Tenaga Kerja Asing

Mulusnya Karpet Merah Bagi Tenaga Kerja Asing

Dakwah, Terbaru
Ilustrasi. foto: ocmomblog.com MUSTANIR.COM, Bila dikatakan Indonesia negeri yang memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, tentu tiada yang bisa meragukannya. Lihat saja jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2016 seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo, sebanyak 257.912.349 jiwa. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini masih di angka 1,49 persen. Maka dalam satu tahun penduduk indonesia bertambah sekitar 4 juta jiwa, sebagaimana dikatakan Kepala BKKBN Pusat dr Surya Chandra. Artinya, di bulan Juli 2018 jumlahnya menjadi sekitar lebih dari 266 juta jiwa (tribunnews.com). Tak heran bila dibandingkan negara-negara anggota ASEAN yang terdiri 10 (sepuluh) negara, negri kita menempati urutan teratas. Tentu wajar pula ...
Sari Konde ‘Sukma’, Berujung Nestapa | Mustanir Media

Sari Konde ‘Sukma’, Berujung Nestapa | Mustanir Media

Dakwah, Terbaru
foto: Tribunnews.com MUSTANIR.COM, Sulutan api konflik SARA kembali terulang. Setelah kasus panjang pelecehan surat Al Maidah 51, muslim Indonesia kembali diresahkan dengan beredarnya video pembacaan puisi oleh Sukmawati Soekarnoputri yang di dalam bagiannya ada yang menyinggung mengenai azan dan cadar yang merupakan bagian dari ajaran islam. Puisi itu dibacakan Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. Sukmawati diberi kesempatan maju ke panggung dan membacakan Puisi 'Ibu Indonesia' karyanya sendiri. (m.detik.com-02/04/2018). Isi lengkap puisi bisa di akses di (detik. com-02/04/18). Kapitra Ampera, Pengurus Persaudaraan Alumni 212,menyatakan bahwa dirinya telah menyimak video Sukmawati tersebut. Menurut Kapitra ada dugaan pelangg...
Fenomena Cacing dan Amanah Kepemimpinan

Fenomena Cacing dan Amanah Kepemimpinan

Dakwah, Terbaru
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing. foto: rol MUSTANIR.COM, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menemukan adanya 27 merek produk ikan makarel kemasan kaleng (138 bets) positif mengandung parasit cacing. “Hasil pengujian menunjukkan 27 merek positif mengandung parasit cacing, terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri,” tulis BPOM dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/3/2018). Respon Ringan dari Pemerintah Saat masyarakat di hebohkan dengan temuan cacing ini, respon pemerintah dalam hal ini Menkes malah menyatakan: "Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau dimasak lagi, cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya prot
Jerat Utang, Jebakan Maut Neo Kolonialisme

Jerat Utang, Jebakan Maut Neo Kolonialisme

Dakwah, Terbaru
Ilustrasi. foto: elsam.or.id MUSTANIR.COM, Penjajahan masih terus berlanjut. Para penjajah tidak akan berhenti menjajah. Penjajahan zaman now bukan perang secara fisik yang di lakukan seperti zaman kemerdekaan dahulu. Para penjajah itu kini datang dengan cara dan perlengkapan yang lain. Neo Kolonialisme kini sedang berlangsung yang diatur secara terstruktur yang dilakukan negara-negara bekas penjajah. Kini, imperialisme tidak lagi dilakukan melalui penaklukan fisik secara langsung menggunakan kekuatan militer tapi dengan berbagai utang yang berkedok bantuan ekonomi. Krisis utang terjadi di banyak negara didunia ini. Indonesia menjadi salah satu korban jeratan utang Neo Kolonialisme. Setiap rezim yang memimpin memiliki hobi yang sama yaitu memperbanyak utang. Saat ini Indon...
Indonesia (Tidak) Akan Bubar, Antara Fiktif dan Kenyataan

Indonesia (Tidak) Akan Bubar, Antara Fiktif dan Kenyataan

Dakwah, Terbaru
Merah putih robek diterpa angin. ilustrasi. foto: ideapress.com MUSTANIR.COM, Pidato Prabowo Subianto di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, kembali menjadi viral. Pemicunya, adalah pernyataan Prabowo Subianto yang berapi-api dan menyebut "ramalan" Indonesia bubar 2030. Padahal pidato tersebut disampaiakan September tahun lalu. Pernyataan serupa juga disampaikan Prabowo dalam sebuah pidato politik yang diunggah akun resmi Facebook Partai yang digawanginya. Pernyataan ini pun menjadi ramai serta diperbincangkan masyarakat luas. Diakui Prabowo bahwa ia mengutip sebuah karya fiksi ilmiah novel fiksi Ghost Fleet: a Novel of The Next World War, karya pengamat militer, Peter W. Singer dan August Cole sebagai dasar "ramalannya". Novel ini adalah tulis