Tuesday, August 22Media Muslim

Fiqih

Apakah Qiyamullail dan Itikaf Harus Dengan Begadang Semalam Suntuk Sampai Shubuh?

Apakah Qiyamullail dan Itikaf Harus Dengan Begadang Semalam Suntuk Sampai Shubuh?

Berita, Fiqih, Headline, Terbaru
Apakah Qiyamullail dan Itikaf Harus Dengan Begadang Semalam Suntuk Sampai Shubuh? MUSTANIR.com - Pertanyaan : Mohon izin bertanya ustadz terkait dengan istilah qiyamullail dan itikaf. Under Armour UA Curry 1 Apa benar bahwa yang dimaksud dengan qiyamullail adalah kita harus i'tikaf dan begadang semalam suntuk hingga pagi? Mohon penjelasan dari ustadz atas hal ini. Jawaban : Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Istilah qiyamullail secara bahasa memang berarti bangun di waktu malam. Kalau diterjemahkan secara harfiyah memang artinya menjadi begadang. Namun tentu saja kita tidak boleh seenaknya mengartikan suatu kata, kecuali harus merujuk kepada makna secara istilah yang lazim digunakan dalam suatu cabang ilmu. Aslinya qiyamullail hanya terkait dengan ibadah shalat di malam hari...
Penukaran Uang Receh Tak Senilai Adalah Riba

Penukaran Uang Receh Tak Senilai Adalah Riba

Berita, Fiqih, Pemikiran Islam, Terbaru
Penukaran Uang Receh Tak Senilai Adalah Riba MUSTANIR.com - Tanya : Menjelang Idul Fitri biasanya banyak orang menukar uang besar dengan uang receh di pinggir jalan, tapi dengan nilai yang tidak sama. Misal: satu lembar uang seratus ribuan (Rp100.000) ditukar dengan uang receh ribuan (Rp1000) milik penjual receh sebanyak 95 lembar (Rp95.000), bukan 100 lembar. Atau satu lembar uang seratus ribuan (Rp100.000) dan selembar uang lima ribuan (Rp5000) (total Rp105.000) ditukar dengan uang receh ribuan (Rp1000) milik penjual receh sebanyak 100 lembar (Rp100.000). Apakah penukaran uang ini termasuk riba? (Haidar, Semarang). Jawab : Benar, penukaran uang sejenis (seperti rupiah dengan rupiah) dengan nilai tak sama seperti fakta di atas termasuk riba yang haram hukumnya. Hal itu dikarenakan pe
Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Hanya Lewat Google?

Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Hanya Lewat Google?

Fiqih, Headline, Terbaru, Tsaqofah Islam
Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Hanya Lewat Google? MUSTANIR.com - Pertanyaan : Assalamu 'alaikum wr. wb.Saya sering dinasehati oleh guru ngaji saya bahwa kalau belajar agama itu tidak boleh lewat Google. Kata beliau Google itu sumber kebohongan kalau bicara tentang ilmu-ilmu agama. Pertanyaan saya ustadz, apakah benar yang dikatakan guru ngaji saya itu? Sebab selama ini saya memang belajar agama lewat Google. Saya merasa banyak mendapatkan ilmu dan pencerahan dari hasil browsing dan searching di internet. Kalau dibilang haram, terus nanti saya belajar agamanya bagaimana? Mohon pencerahannya ustadz. Wassalam Jawaban :  Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelum kita jawab pertanyaan ini, ada baiknya pertanyaannya diluruskan terlebih dahulu. Seharusnya p
Hukum Mendoakan Keburukan Bagi Penghalang Dakwah Khilafah

Hukum Mendoakan Keburukan Bagi Penghalang Dakwah Khilafah

Fiqih, Pemikiran Islam, Terbaru
Hukum Mendoakan Keburukan Bagi Penghalang Dakwah Khilafah Tanya: Ustadz, bolehkah kita mendoakan keburukan bagi orang yang menghalang-halangi perjuangan tegaknya Khilafah? (Rahmat, Bogor). Jawab : Para fuqaha sepakat boleh (ja`iz) hukumnya seorang muslim mendoakan keburukan kepada orang kafir maupun kepada sesama muslim yang berbuat zalim kepadanya secara khusus, atau berbuat zalim kepada kaum muslimin secara umum. Misalnya merampas harta, memfitnah, memukul, menyiksa, membunuh, dan sebagainya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 20/267-268; Imam Nawawi, Al Adzkar An Nawawiyyah, hlm. 261-262; Imam Al Qarafi, Al Furuuq, 4/1428). Imam Nawawi berkata : وَقَدْ تَظَاهَرَ عَلىَ جَوَازِهِ نُصُوْصُ الْكِتَابِ وَالسُنَةِ وَأَفْعَالُ سَلَفِ الْأُمَةِ وَخَلَفِهَا ”Telah jelas kebolehan hal terseb
Hukum Syara’ Seputar Melukis

Hukum Syara’ Seputar Melukis

Fiqih, Pemikiran Islam, Terbaru, Tsaqofah Islam
Hukum Syara' Seputar Melukis MUSTANIR.COM - Soal: As-Salamu ‘alaikum. Saya Ahmad Wasam al-Hashlamoon, salah seorang syabab Hizbut Tahrir. Saya punya pertanyaan dan ingin jawaban dari Anda: 1. Apa hukum melukis di dalam Islam? 2. Apa hukum melukis bagian dari organ manusia? 3. Apakah melukis itu juga berlaku padanya hukum mengukir (an-nahtu)? Terima kasih. Jawab: Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuhu. Sebelumnya kami telah menjawab secara memadai tentang melukis “at-tashwîr”. Tampaknya Anda belum menelaah jawaban tersebut. Jawaban itu mencakup pertanyaan-pertanyaan yang Anda tanyakan dan masalah-masalah lain pada topik yang sama… Saya ulangi teks jawaban tersebut untuk Anda: (Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang melukis maka kami tegaskan dua hal berikut: Pert
Bagaimana Hukum Sholat Tasbih?

Bagaimana Hukum Sholat Tasbih?

Fiqih, Terbaru
Bagaimana Hukum Sholat Tasbih? Tanya : Ustadz, mau tanya bagaimana hukum sholat tasbih? (Putri, Bantul). Jawab : Ada khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan para ulama apakah sholat tasbih itu disyariatkan atau tidak. Menurut kami, pendapat yang rajih adalah disyariatkan, yakni hukum shoat tasbih adalah disunnahkan. Penyebab khilafiyah adalah persoalan tsubut-nya hadits, yaitu apakah hadits sholat tasbih shahih atau dhaif (lemah). Hadits mengenai sholat tasbih tersebut terdapat dalam Sunan Abu Dawud yang lengkapnya sebagai berikut : عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ : أَلَا أُعْطِيكَ ، أَلَا أَمْنَحُكَ ، أَلَا أَحْبُوكَ ، أَلَا أَفْعَلُ بِكَ ، عَشْر
Seputar Hukum Menjual Buah Yang Masih di Pohon

Seputar Hukum Menjual Buah Yang Masih di Pohon

Fiqih, Terbaru
Seputar Hukum Menjual Buah Yang Masih di Pohon Soal: Syaikhuna dan amiruna, assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Di negeri kami ada praktek penjualan hasil dari pohon itu sendiri sebelum dipanen. Sebagai contoh, seperti cengkeh, lada, kelapa, dsb, dijual dengan model seperti itu. Pemilik tanah akan menanam, mengairi dan memupuk tanaman tersebut untuk memaksimalkan hasil. Ketika sudah berbuah di pohon, buah itu dijual dengan harga yang diestimasi, sehingga pembeli harus memanen buah itu dan menjualnya pada waktu yang tepat. Pembeli akan membayar harga yang disepakati kepada penjual (pemilik tanah) sebelum memanen. Ketika penjualan sudah terjadi (harga disepakati antara penjual dan pembeli), penjual (pemilik tanah) tidak bertanggungjawab pada produksi sama sekali. Pembeli bisa
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek

Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek

Fiqih, Terbaru
Hukum Layanan Delivery Makanan dengan Ojek Tanya : Ustadz, sekarang ada layanan delivery makanan dengan ojek secara on-line. Setelah pasang aplikasi layanan tersebut di HP, kita bisa pesan makanan di suatu restoran. Pihak ojek akan membelikan dan menalangi dulu, lalu makanan diantar kepada kita. Apakah itu boleh? (Ari Rahman, Jember) Jawab : Layanan pesan-antar (delivery) makanan dengan ojek adalah layanan yang diberikan suatu perusahan ojek on-line untuk membelikan dan mengantarkan pesanan makanan kepada penggunanya. Layanan tersebut melibatkan 3 (tiga) pihak, yaitu pengguna, restoran, dan  pihak ojek. Mekanismenya sbb: (1) pengguna membuka fitur tertentu pada aplikasi ojek on-line sehingga keluar daftar restoran dan rumah makan serta harga makanan; (2) pengguna memilih menu makanan
Bagaimana Tharîqah dan Uslûb Meraih Kekuasaan untuk Menegakkan Islam?

Bagaimana Tharîqah dan Uslûb Meraih Kekuasaan untuk Menegakkan Islam?

Fiqih, Pemikiran Islam, Terbaru
Bagaimana Tharîqah dan Uslûb Meraih Kekuasaan untuk Menegakkan Islam? Soal: Menjelang Pemilu/Pilkada banyak pihak berdalih dengan berbagai dalil agar kaum Muslim menggunakan hak pilihnya demi memenangkan calon tertentu. Yang mereka jadikan dalil antara lain: kasus Nabi Yusuf menjadi menteri di Mesir, diamnya Nabi saw. terhadap Najasyi dan Tufail bin ‘Amru ad-Dausi saat menjadi pemimpin kaumnya, sementara mereka tidak menerapkan Islam; hilf al-fudhûl, dan lain-lain. Bagaimana tanggapan Ustadz? Jawab: Pertama: Islam adalah agama, sekaligus ideologi. Islam tidak hanya mengajarkan ritual, spiritual dan akhlak, tetapi juga mengajarkan sistem yang mengatur kehidupan manusia; mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, politik dalam dan luar negeri, sanksi hukum dan sebag
Hukum Pemilukada dalam Syariah Islam

Hukum Pemilukada dalam Syariah Islam

Fiqih, Terbaru
Hukum Pemilukada dalam Syariah Islam Tanya : Ustadz, bolehkah kita ikut memilih dalam Pemilukada, seperti Pilgub (pemilihan gubernur) atau Pilbup (pemilihan bupati) dalam sistem demokrasi sekarang ini? (Hilman, Kolaka). Jawab : Pemilukada (pemilihan umum  kepala daerah) adalah pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat (propinsi/kabupaten/kota) yang memenuhi syarat. Dalam sejarahnya, sebelum tahun 2005 kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Sejak tahun 2005, kepala daerah tidak dipilih lagi oleh DPRD, melainkan dipilih secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat berdasarkan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemilihan ini dinamakan Pemilihan Kepa