Monday, June 26Media Muslim

Hikmah

Kelezatan Maksiat & Taat

Kelezatan Maksiat & Taat

Berita, Headline, Hikmah, Ragam, Terbaru
Kelezatan Maksiat & Taat MUSTANIR.com - al-Hafidz Ibn al-Jauzi, dalam kitabnya, Shaid al-Khathir, menuturkan bahwa andai saja orang yang melakukan maksiat menyadari, betapa kenikmatan maksiat itu hanya sesaat, kemudian setelah itu dia merasakan akibat kemaksiatannya, yaitu kemurkaan Allah, dosa dan siksa-Nya, maka orang itu tidak akan sanggup melakukan maksiat. Namun, yang terjadi adalah, orang itu terpesona dengan kenikmatan sesaat. Betapa tidak, orang berzina, hanya bisa merasakan nikmatnya zina saat sebelum dan setelah puncak kepuasan seksualnya. Itu pun tidak lama, tetapi setelah itu dia menderita. Bahkan, aibnya pun tak terperi. Terlebih, jika zinanya itu menghasilkan anak haram, maka beban itu akan ditanggung seumur hidup. Tetapi, ada orang yang melakukan maksiat, berzina da
William Pickard: Alquran Kebenaran Kekal yang Membuatku Bahagia

William Pickard: Alquran Kebenaran Kekal yang Membuatku Bahagia

Berita, Headline, Hikmah, Mukjizat Al-Quran, Terbaru
William Pickard: Alquran Kebenaran Kekal yang Membuatku Bahagia MUSTANIR.com,  JAKARTA -- Setiap bayi yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan suci sesuai fitrah Allah SWT. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi. Fakta yang termaktub dalam sebuah sabda Rasulullah SAW itu, menggugah hati pemilik nama lengkap William Burchell Bashyr Pickard ini, memeluk Islam. Pickard butuh bertahun-tahun menyadari hingga akhirnya kembali ke fitrahnya. Sejak di sekolah hingga kuliah, Pickard selalu disibukkan dan tuntutan hidup sehari-hari. Padahal, kariernya ketika muda tidaklah brilian, hanya terus menanjak. Pickard lahir dari keluarga Nasrani. Sejak kecil sesuai ajaran agamanya saat itu, dia diajarkan untuk hidup baik, meyakini, dan menyembah tuhannya saat it
Memaknai Bulan Suci Ramadhan (I)

Memaknai Bulan Suci Ramadhan (I)

Analisis, Headline, Hikmah, Ragam, Terbaru, Tsaqofah Islam
Memaknai Bulan Suci Ramadhan (I) MUSTANIR.com -- Apa Makna Bulan Suci Ramadhan? Bagi seorang muslim mengerti akan hakikat makna bulan suci Ramadhan adalah sebuah keharusan. Karena tatkala dia memahami dengan benar makna bulan suci Ramadhan, In Syaa ALLAH dia akan bisa meraih banyak sekali kebaikan di dalamnya. Paling tidak dia akan merasa menyesal ketika dia melewatkan satu atau beberapa hal di dalam bulan suci Ramadhan, Sebagai analogi sederhana, bagi bayi berumur di bawah 2 (dua) tahun misalnya. Maka dia akan berusaha meraih apapun yang ada di hadapannya, entah dengan merangkap ataupun berjalan. Baik yang ada di depannya adalah api atau pun batu. Maka, hampir bisa dipastikan dia akan mencoba meraihnya. Dan ketika bayi tersebut meraih api dan mencoba menyentuh apalagi memakan, maka b...
Keimanan Bukan Warisan

Keimanan Bukan Warisan

Headline, Hikmah, Ragam, Terbaru
Keimanan Bukan Warisan  MUSTANIR.com - Kalau kata Lirik Lagu Raihan begini: "Iman tak dapat diwarisi, dari seorang Ayah yang bertakwa... " Dan saya pun memahami bahwa Agama itu bukanlah Warisan, bukan pula suatu Aspek yang menyatu dengan diri manusia, sebab jika Agama ini bagian dari Aspek yang menyatu maka tentu tidak akan ada Iman dan Kufur, juga tidak akan ada Atheis. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menyebutkan bahwa Keimanan itu adalah perkara yang terpisah dalam diri manusia, artinya andai Iman itu adalah bagian yang menyatu bagi manusia maka semua manusia pasti akan sama, menjadi Insan yang Beriman. Faktanya kita jumpai bahwa ada manusia yang beriman kepada Allah, ada pula yang Ingkar (Kufur) kepada Allah. Fakta lain yang menunjukkan bahwa Iman Agama atau Iman itu bukan
Bila Amar Ma’ruf  Nahy Munkar Tidak Penuhi Syarat, Doa yang Tidak Diijabah Akan Selalu Dekat !

Bila Amar Ma’ruf Nahy Munkar Tidak Penuhi Syarat, Doa yang Tidak Diijabah Akan Selalu Dekat !

Hikmah, Pemikiran Islam, Ragam, Terbaru
Bila Amar Ma'ruf  Nahy Munkar Tidak Penuhi Syarat, Doa yang Tidak Diijabah Akan Selalu Dekat ! MUSTANIR.com - Banyak pemeluk agama yang putus asa, karena berpikir, beragama itu bertransaksi INSTAN dengan Tuhan. Jadi kalau mereka berdoa, maka Tuhan harus segera mengabulkan sesuai keinginan mereka. Faktanya tidak demikian. Jutaan orang-orang shaleh yang bahkan dalam situasi terdhalimi, yang berdoa di tempat dan saat mustajab (semisal pengungsi Palestina berdoa di depan Ka'bah di malam Lailatul Qadar), tetap saja nasib mereka hingga kini tidak banyak berubah. Fenomena ini melanda semua kelas sosial, ada di kalangan miskin atau berpendidikan rendah, maupun orang-orang kaya dan intelektual. Juga ada di semua agama, artinya juga pada mereka yang mengaku dirinya muslim. Memang Allah di QS a
Jangan Berhenti ‘Bersuara’

Jangan Berhenti ‘Bersuara’

Analisis, Dakwah, Hikmah, Pemikiran Islam, Terbaru
Jangan Berhenti ‘Bersuara’ MUSTANIR.com - Alhamdulillah, kita memasuki bulan kemenangan, bulan kebaikan dan berkah, di bulan Suci Ramadhan. Allah SWT telah melipatgandakan pahala dan merantai para syaitan. Dia SWT telah mempersatukan kita dalam puasa, dan berbuka puasa dan berdiri dalam doa. Mari kita berpegang teguh pada Islam dan bersabar. ‘Umar bin al-Khatthab berkata: Kita menemukan kebaikan hidup kita dengan bersabar. Andai saja para tokoh itu bersabar, maka akan menjadi mulia. ‘Ali bin Abi Thalib berkata: Ingat, sabar adalah bagian dari iman. Ibarat kepala dengan jasad. Jika kepala putus, maka jasad pun terkulai dan suaranya menjerit. Tidak ada keimanan pada diri siapa pun yang tidak bersabar. [Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, ‘Uddatu as-Shabirin, Juz I/(97)] Ramadhan ini momentum ba
Kuatkan Ukhuwah, Satukan Langkah!

Kuatkan Ukhuwah, Satukan Langkah!

Analisis, Hikmah, Terbaru
Kuatkan Ukhuwah, Satukan Langkah! MUSTANIR.com - Umat Islam harus menyadari bahwa dalam Islam memelihara ukhuwah islamiyah adalah kewajiban setiap Muslim. Karena itu, lalai atau bahkan merusak jalinan ukhuwah islamiyah adalah dosa, sebagaimana meninggalkan bentuk kewajiban-kewajiban yang lain. Setiap Muslim dan setiap komponen umat Islam sudah sepantasnya melakukan ta’âruf (saling mengenal), ta’âluf (saling merekatkan), tafâhum (saling memahami), tafâqud (saling respek/peduli) dan ta’âwun (saling menolong). Semua itu akan menjadi kunci pembuka hati persaudaraan, menambah kedekatan, menciptakan kesepahaman dan sikap toleran sekaligus menghilangkan sikap iri dan dengki. Fakta Empiris Sejarah mencatat bahwa umat ini pernah menyandang predikat menjadi umat terbaik selama belasan abad. Gel
Begini Nasihat Alumni TITEC-Japan Untuk Afi Nihaya

Begini Nasihat Alumni TITEC-Japan Untuk Afi Nihaya

Berita, Headline, Hikmah, Sukses, Terbaru
Begini Nasihat Alumni TITEC-Japan Untuk Afi Nihaya MUSTANIR.com - Pencarian (baca: kegundahan) seorang anak remaja tentang kebenaran agama, menjadi inspirasi sebagian orang tua di negeri ini. Mungkin mereka juga belum selesai dalam pencarian keyakinan sebagaimana anak remaja yang bernama Afi ini. Alhamdulillah saya telah melewati masa-masa pencarian itu di awal sampai akhir semester kuliah S-1. Dan saya patut bersyukur menemui banyak anak-anak yang lebih muda dari Afi selesai dalam proses pencarian ini. Bila pencarian Afi ini dibanggakan oleh banyak orang dewasa, maka ini jadi tanda bagi kita untuk lebih giat berdakwah menebar jalan menuju hidayah. Kadang orang yang sedang mencari terjebak pada kesombongan. Tidak bersedia membuka pikiran dan tidak mau menerima kenyataan bahwa di...
Inilah Yang Harus Dilakukan Para Orang Tua Agar Anaknya Menjadi Generasi Taat dan Cinta Agama

Inilah Yang Harus Dilakukan Para Orang Tua Agar Anaknya Menjadi Generasi Taat dan Cinta Agama

Berita, Dakwah, Hikmah, Pemikiran Islam, Terbaru
Inilah Yang Harus Dilakukan Para Orang Tua Agar Anaknya Menjadi Generasi Taat dan Cinta Agama MUSTANIR.com - Prihatin rasanya membaca tulisan seorang remaja yang menggugat ‘agama warisan’ pada umat Muslim. Tulisan yang singkat namun penuh kekeliruan itu lalu diviralkan oleh orang-orang yang sejak awal sudah emoh dengan eksklusivitas agama. Orang-orang yang tidak setuju kalau agama memang menciptakan rasa dan pikiran tertutup bagi penganut lain. Padahal kenyataannya memang agama pasti menciptakan sikap ekslusif dalam keyakinan dan menumbuhkan ikatan kuat dengan sesama pemeluk agama. Meski bukan berarti selalu menciptakan permusuhan. Tulisan remaja itu, apakah itu orisinil buah pikirannya sendiri, atau ada yang men-direct-nya, menggambarkan krisis pemahaman Islam pada remaja yang menul
Cinta Kami Pada Umat & Mulia Di Bumi

Cinta Kami Pada Umat & Mulia Di Bumi

Headline, Hikmah, Terbaru
Cinta Kami Pada Umat & Mulia Di Bumi MUSTANIR.COM - Hampir  satu abad sudah umat islam tercerai berai. Ibarat anak ayam kehilangan induknya. Semua bergerak sendiri sesuai  minat, hasrat, dan nafsu masing-masing tanpa ada yang mengarahkan dan bertanggung jawab. Kondisi bertambah parah ketika datang musang yang dengan leluasa mengatur anak ayam. Itulah kondisi umat islam saat ini, banyak tapi tak berdaya. Mudah terombang ambing tergantung angin membawanya. Bagaikan buih di lautan. Umat yang dulunya satu kini terpecah menjadi 55 negeri lebih, dan semua sibuk dengan urusannya masing-masing.Semua bisa  terjadi setelah  Khilafah ar Rosyidah, institusi negara warisan Rasulullah saw  dibubarkan secara paksa tahun 1924 di Turki. Dalam situasi carut-marut demikian kami datang untuk ber