Friday, August 18Media Muslim

Jejak

Pertanyaan Paling Sulit Untuk Rasulullah ﷺ

Pertanyaan Paling Sulit Untuk Rasulullah ﷺ

Analisis, Berita, Headline, Jejak, Pemikiran Islam, Terbaru
Pertanyaan Paling Sulit Untuk Rasulullah ﷺ MUSTANIR.com - Rasulullah saw saat memperjuangkan Islam pernah mendapat pertanyaan sulit sekali, yang memang tak mungkin bisa dijawab. Rasulullah hanya menjawabnya dengan diam. Iya, diam itulah jawaban beliau. Terus terang pertanyaan itu juga sering diajukan pada zaman sekarang meskipun dalam bentuk dan konteks yang berbeda. Pertanyaan itu adalah: يا محمد ، أنت خير أم عبد الله ؟ أنت خير أم عبد المطلب ؟ فإن كنت تزعم أن هؤلاء خير منك ، فقد عبدوا الآلهة التي عبت ، وإن كنت تزعم أنك خير منهم فتكلم حتى نسمع قولك "Wahai Muhammad, siapa yang lebih baik: kamu atau Abdullah (bapakmu)? Siapa yang lebih baik: kamu atau Abdul Muthalib (kakekmu)? Jika memang sekiraya mereka lebih baik dari kamu, sungguh mereka telah menyembah tuhan yang kamu cela. J
Menara Masjid Yang Tertinggi di Dunia

Menara Masjid Yang Tertinggi di Dunia

Galeri, Jejak, Terbaru
Menara Masjid Yang Tertinggi di Dunia MUSTANIR.COM, JAKARTA -- Masjid Hasan II di Casablanca, Maroko, tercatat sebagai masjid dengan menara tertinggi di dunia. Menaranya seakan mencakar langit dengan ketinggian mencapai 210 meter. Dirancang oleh arsitektur asal Prancis, Michel Pinseau, masjid ini dibangun oleh Bouyges pada 1980. Setiap malam, di puncak menara, diterdapat sinar laser yang mengarah ke Makkah. Bangunannya megah dan luas yang menghadap ke perairan Atlantik. Masjid ini berdiri di sebuah semenanjung hasil reklamasi. Pembangunan Masjid Hasan II Maroko terinspirasi oleh ayat Alquran, "Singgasana Tuhan dibangun di atas air." Boleh dikata, ini merupakan tempat ibadah umat Islam terbesar kedua setelah Masjidil Haram di Makkah. Itu cukup beralasan. Maklum, selain memiliki menar...
Pemerintahan Islam Era Dinasti Abbasiyah

Pemerintahan Islam Era Dinasti Abbasiyah

Jejak, Terbaru
Pemerintahan Islam Era Dinasti Abbasiyah [Agung Sasongko] Pemerintahan Abbasiyah sebetulnya tidak banyak berbeda dari Dinasti Umayyah karena sejak awal Abbasiyah senantiasa berhadapan dengan berbagai pesaing politik, cenderung menyingkirkan para pesaingnya, dan juga berjasa dalam menaikkan dinasti baru ke takhta pemerintahan. Hal ini diikuti pula dengan usaha mengonsentrasikan kekuasaan di tangan khalifah. Konsentrasi kekuasaan di tangan khalifah ini terjadi secara efektif pada masa Khalifah al-Mansur (754-775) dan Khalifah Harun ar-Rasyid (786-809). Ini tampak jelas dengan dibangunnya Baghdad sebagai ibu kota baru Abbasiyah. Pemerintahan Abbasiyah mengangkat seorang gubernur (amir) untuk memimpin suatu wilayah. Hal ini disebabkan oleh kekuasaan Dinasti Abbasiyah yang semakin luas. ...
Seri Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim

Seri Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim

Jejak, Terbaru
Seri Kepahlawanan Para Ulama Menghadapi Pemimpin Zalim Oleh: Ustadz Farid Nu'man Sepenggal kisah Imam Sa'id bin Jubeir Radhiallahu 'Anhu Kita putar sejarah masa silam. Masa tabi'in yang gemilang dan cemerlang. Kisah Imam Sa’id bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu kepada Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi, gubernur Zalim di Iraq. Tentang kecaman keras Sa'id bin Jubeir Radhiallahu ‘Anhu terhadap gubernur zalim ini, sangat terkenal, bahkan akhir hayatnya pun diujung pedang Al Hajjaj. Beliau berkata tentang Hajjaj bin Yusuf dan pasukannya, sebagai berikut: عن أبي اليقظان قال: كان سعيد بن جبير يقول يوم دير الجماجم وهم يقاتلون: قاتلوهم على جورهم في الحكم وخروجهم من الدين وتجبرهم على عباد الله وإماتتهم الصلاة واستذلالهم المسلمين. فلما انهزم أهل دير الجماجم لحق سعيد بن جبير بمكة فأخذه خالد بن عبد الله
Kebencian kepada Ulama di Masa Kolonial Belanda

Kebencian kepada Ulama di Masa Kolonial Belanda

Jejak, Terbaru
Kebencian kepada Ulama di Masa Kolonial Belanda Oleh: Alwi Shahab Keberadaan masjid tua di Jakarta tentu saja tidak dapat dipisahkan dari peran para ulama dan pastinya dukungan umat Islam. Sekitar 200 tahun lalu, tepatnya pada masa pemerintahan Inggris (1808-1816), Sir Thomas Stanford Raffles memuji kegigihan dakwah ulama Betawi. Pujian ini ia sampaikan dalam peringat an ulang tahun Bataviasch Genoot schap, lembaga kesenian beranggotakan warga Kristen. Prihatin terhadap keberhasilan dakwah ulama Betawi -yang kala itu masih tradisional- dia meminta lembaga itu belajar dari mereka. Masih menurut pendiri Singapura, pada awal abad ke-19 Alquran sudah menjadi bacaan di kampung-kampung. Jika kala itu dikatakan sebagian besar bangsa Indonesia buta huruf Latin, tidak demikian dengan huruf Ar...
Sukarno Utang Nyawa kepada Tentara Islam

Sukarno Utang Nyawa kepada Tentara Islam

Jejak, Terbaru
Sukarno Utang Nyawa kepada Tentara Islam Oleh: Selamat Ginting* Presiden Sukarno pernah mengambil sikap hitam putih terhadap ketegangan India dan Pakistan. Bukan sikap abu-abu. Sukarno jelas-jelas mendukung Pakistan dibandingkan mendukung India saat perang kedua negara pada 1965 lalu.
“Utang nyawa dan solidaritas Muslim!” Begitu kira-kira alasan Bung Karno untuk mendukung Pakistan dibandingkan mendukung India. Seorang intelektual keturunan Pakistan di Indonesia, Azam Khan, dalam bukunya ‘Peranan Pakistan dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia’, menuturkan tentang kedekatan batin antara orang Pakistan dengan Indonesia saat terjadinya agresi militer yang dilakukan tentara Inggris yang bergabung dengan Belanda di bawah NICA, pada 1946-1948. 
Bahkan saat itu, Presiden Sukarno nyaris

Mengenal 13 Istri Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam

Jejak, Terbaru
Mengenal 13 Istri Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam Salah satu aturan syariat yang hanya berlaku untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau diizinkan untuk menikahi lebih dari 4 wanita. Setiap orang yang memahami sejarah dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar, akan berkesimpulan, pernikahan yang beliau lakukan sangat sarat dengan tujuan yang mendukung dakwah. Beliau pernah melangsungkan akad nikah dengan 13 wanita. Dua diantaranya meninggal sebelum beliau: Khadijah dan Zainab bintu Khuzaimah. Dua istri beliau belum dikumpuli, yang ini tidak kita bahas. Sisanya, sembilan istri beliau lainnya yang bertahan hingga beliau wafat. Pembahasan kita arahkan untuk 11 ummahatul mukminin, para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang membangun keluarga bersa

Kiai Mojo Guru Spiritual Pangeran Diponegoro

Jejak, Terbaru
Kiai Mojo Guru Spiritual Pangeran Diponegoro Kiai Mojo dikenal sebagai pendukung utama sekaligus guru spiritual perjuangan Pangeran Dipenogoro. Bersama dengan sang pangerang, Kiai Mojo berjuang melawan penjajagan kolonial hingga akhirnya diasingkan ke Manado. Kampung yang menjadi tempat pengasingan Kiai Mojo dikenal dengan Kampung Jawa Tondano. Wilayah ini terletak di Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulawesi Utara. Adapun makam Kiai Mojo, terletak di perbukitan Desa Wulauan, Kecamatan Tolimambot, Minahasa, Sulawesi Utara. Untuk mencapai makam Kyai Mojo, Menag Lukman Hakim Saifuddin harus melalui undakan tangga. Suasana sore itu terasa sejuk oleh semilir angin yang dikipas dedaunan pohon rindang di sepanjang jalan menuju makam Kiai Mojo. Ikut mendampingi Menag, ...

Kisah dalam Penjara Era Sukarno Antara Yunan, Syahrir dan HAMKA

Jejak, Terbaru
Kisah dalam Penjara Era Sukarno Antara Yunan, Syahrir dan HAMKA Oleh: Lukman Hakiem* Inilah kenang-kenangan HM Yunan Nasution (1913-1996) dari penjara rezim Orde Lama.
 Sektetaris Jenderal partai politik Islam Masyumi itu dijemput di rumahnya, di bilangan Cipinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur, oleh Polisi Milter dipimpin seorang perwira berpangkat kapten, menjelang Subuh, Rabu 16 Januari 1962. Kepada Yunan, perwira berpangkat Kapten itu menyerahkan surat perintah dari penguasa perang tertinggi (Peperti) untuk menangkapnya. Yunan paham apa yang sedang menimpa dirinya dan bergegas mempersiapkan sekadar pakaian yang perlu dibawa, peralatan mandi, kitab suci Alquran, dan beberapa buku. Menjelang berangkat, istri Yunan bertanya mau dibawa ke mana suaminya itu. Sang Kapten menjawab l

Kemunculan Islam di Indonesia Menurut Doktor Sejarah Islam

Jejak, Terbaru
Kemunculan Islam di Indonesia Menurut Doktor Sejarah Islam DR.Badri Yatim, M.A. Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad Masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia Tenggara. (Lihat: Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia II, Jakarta, Balai Pustaka, 1984 hal.2) Wilayah Barat Nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual di sana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah lintasan penting antara Cina dan India. Sementara itu pala dan cengkeh yang berasal dari Maluku dipasarkan di Jawa dan S...