Monday, October 23Media Muslim

Jejak

Jejak, Terbaru
Ekspedisi Khilafah ‘Utsmaniyah ke Aceh dimulai sekitar tahun 1565 M, ketika Khilafah Utsmaniyah membantu Kesultanan Aceh dalam pertempuran melawan Portugis di Malaka. Ekspedisi dilancarkan setelah dikirimnya duta oleh Sultan Alauddin al-Qahhar (1539–1571 M) kepada Sulaiman al-Qanuni pada tahun 1564 M, dan kemungkinan lebih awal, sekitar tahun 1562 M, saat meminta bantuan Khilafah ‘Utsmaniyyah untuk melawan Portugis. nike air max thea donna Hubungan Aceh dengan Khilafah ‘Utsmaniyyah secara tidak resmi sudah terbentuk sejak tahun 1530-an. Sultan Alauddin al-Qahhar berkeinginan mengembangkan hubungan tersebut untuk mengusir Portugis dari Malaka, dan memperluas wilayahnya di Sumatera. Menurut Fernão Mendes Pinto, Sultan Aceh merekrut 300 prajurit ‘Utsmaniyah, beberapa orang Abesinia [Habasy
Jejak, Terbaru
Oleh: Fahmi Amhar Kehidupan sehari-hari di zaman modern ini tidak dapat dibayangkan seandainya tidak ada jejak karya ilmuwan Islam di dalamnya. Berikut ini adalah 14 penemuan terpenting yang dipilih dari situs Science Museum of Univ. of Manchester (www.1001inventions.com). Pemilihan dimulai dari yang paling dekat dengan semua orang, yaitu makanan, pakaian, tempat tinggal, urusan pendidikan dan kesehatan, transportasi, hiburan, hingga politik. Tentu saja, siapa saja dapat membuat daftar seperti ini sesuai selera masing-masing. 1. Minum Kopi Kita mulai dari minuman terpopuler di dunia. Konon ini ditemukan di Ethiopia, ketika seorang penggembala Muslim melihat kambing-kambingnya lebih segar setelah memakan biji-bijian dari dari sejenis tumbuhan. AIR ZOOM VOMERO 12 Ia lalu merebus biji ...
Terungkap, Jasa Kekhalifahan Islam di Awal Kejayaan Inggris

Terungkap, Jasa Kekhalifahan Islam di Awal Kejayaan Inggris

Jejak, Terbaru
image: republika MUSTANIR.COM -- Inggris telah menjalin hubungan dagang dan diplomatik yang cukup erat dengan dunia Islam setidaknya sejak zaman Ratu Elizabeth I. Pada awal abad ke-17, misalnya, Inggris mulai bekerja sama dengan Kesultanan Maroko. Hal ini dilatari perang antara Inggris dan Spanyol yang berlangsung sejak pertengahan hingga akhir abad ke-16. Pertempuran ini diwarnai sentimen keagamaan antara Spanyol yang Katolik dan Inggris yang Protestan (Anglikan). Sebagai strategi menembus blokade Spanyol di Laut Tengah, Inggris, khusus nya sejak 1596 kian membuka diri dengan Kesultanan Maroko. Negeri Muslim itu memiliki sejumlah pelabuhan yang penting di pesisir Laut Tengah. Pada 1600, Sultan Ahmad al-Mansur mengutus pejabat tingginya, Abdul Wahid bin Messaoud, sebagai d...
Bukti Otentik Jejak Turki Utsmani Di Nusantara

Bukti Otentik Jejak Turki Utsmani Di Nusantara

Jejak, Terbaru
image: http://catatan-sijacky.blogspot.co.id MUSTANIR.COM, Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XI yang akan berlangsung di Cirebon ini mengingatkan hubungan yang terjalin di masa lalu antara kesultanan Islam Nusantara seperti Aceh, Cirebon dan Demak dengan Khilafah Turki Utsmani. Dan hubungan itu sejatinya masih terjaga hingga saat ini. Beberapa peninggalan sejarah itu masih bisa kita lihat di Aceh dan Di Yogya. Berikut bukti otentik yang dapat membuktikan hal tersebut. Bukti ini berupa surat resmi dari Sultan Aceh Alauddin Mahmud Syah kepada Khalifah Abdul Aziz dari ke-khalifahan Turki Usmani, berikut isi suratnya; “Sesuai dengan ketentuan adat istiadat kesultanan Aceh yang kami miliki dengan batas-batasnya yang dikenal dan sudah dipunyai oleh moyang kami sejak zaman dahu
Pusat Kajian Hadits Di Masa Para Shahabat

Pusat Kajian Hadits Di Masa Para Shahabat

Jejak, Terbaru
image: jembermu.com MUSTANIR.COM -- Setelah Rasulullah ﷺ wafat, para sahabat berhasil menyebarkan estafet amanah Nabi. Islam masuk ke berbagai negeri. Kekuasaan Islam meluas. Syam dan Irak dikuasai sepenuhnya pada tahun 17 H. Mesir dikuasai tahun 20 H. Persia tahun 21 H. Perluasan terus terjadi hingga ke wilayah Samarkand tahun 56 H. Dan Andalusia tahun 93 H. Perluasan ini berdampak pada semakin banyaknya orang yang masuk Islam dan haus akan pengetahuan dan hukum-hukumnya. Hal ini mendorong para pemimpin mengutus sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ untuk mengajari mereka hukum-hukum agama. Para sahabat pun berangkat ke berbagai wilayah, hingga di antara mereka ada yang menetap di sana hingga akhir hayat. Dar al-Hadits (Pusat Kajian Hadits) di Madinah Madinah adalah tempat tujuan hijrah Nabi ﷺ d
KH Hasyim Asy’ari: Pejuang Syariah dan Liberalisasi Pemikiran #2

KH Hasyim Asy’ari: Pejuang Syariah dan Liberalisasi Pemikiran #2

Jejak, Terbaru
foto: nu online. cheap adidas uk Kemudian pada Desember 1924 berlangsung Kongres al-Islam yang diselenggarakan oleh Komite Khilafah Pusat (Centraal Comite Chilafat). asics gel lyte 5 mujer verdes Kongres memutuskan untuk mengirim delegasi ke Konferensi Khilafah di Kairo untuk menyampaikan proposal Khilafah. oakley femme pas cher Setelah itu, diadakan lagi Kongres al-Islam di Yogyakarta pada 21-27 Agustus 1925. Topik Kongres ini masih seputar Khilafah dan situasi Hijaz yang masih bergolak. Kongres diadakan lagi pada 6 Februari 1926 di Bandung; September 1926 di Surabaya, 1931, dan 1932. Asics Pas Cher AIR HUARACHE Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang melibatkan Sarikat Islam (SI), Nahdhatul ulama (NU), Muhammadiyah dan organisasi lainnya menyelenggarakan Kongres pada 26 Februari sa
KH Hasyim Asy’ari: Pejuang Syariah dan Liberalisasi Pemikiran #1

KH Hasyim Asy’ari: Pejuang Syariah dan Liberalisasi Pemikiran #1

Jejak, Terbaru
Foto: nu online MUSTANIR.COM - Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asy’ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Kakeknya, Kiai Ustman, terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang. Sejak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, sejak usia 15 tahun, ia ber
Mimpi Syaikh Taqiyuddin An Nabhaniy

Mimpi Syaikh Taqiyuddin An Nabhaniy

Jejak, Terbaru
ilustrasi | image: travelingyuk.com   Imam Taqiyuddin An-Nabhani (1909-1977), pendiri Hizbut Tahrir, Asics GT 2160 suatu hari pernah ditanya seseorang,"Bagaimana bisa terlintas dalam benak Anda untuk mendirikan Hizbut Tahrir?” Maka beliau menjawab,”Aku melihat Rasulullah SAW dalam mimpiku, sedang aku tengah duduk sendirian di Masjidil Aqsha. St. Johns Red Storm Jerseys Lalu Rasulullah SAW berkata kepadaku,'Berdirilah dan berkhutbahlah kepada orang-orang!' Aku pun berkata,'Bagaimana aku akan berkhutbah sedangkan di masjid ini tidak ada seorang pun?' Rasulullah SAW berkata kembali kepadaku, 'Berdirilah dan berkhutbahlah kepada orang-orang!' Maka aku pun berdiri dan mulai berkhutbah. Tiba-tiba orang-orang mulai berdatangan, seorang demi seorang, serombongan demi serombongan hingga mem
Mengenal Biografi Syaikh Taqiyuddin An Nabhaniy

Mengenal Biografi Syaikh Taqiyuddin An Nabhaniy

Jejak, Terbaru
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah seorang âlim allâmah (berilmu dan sangat luas keilmuannya). Beliau adalah pendiri Hizbut Tahrir. Nama lengkapnya adalah Syaikh Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mushthafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani. Nasab beliau bernisbat kepada kabilah Bani Nabhan, salah satu kabilah Arab Baduwi di Palestina yang mendiami kampung Ijzim, distrik Shafad, termasuk wilayah kota Hayfa di Utara Palestina. Syaikh lahir di kampung Ijzim. Menurut pendapat yang paling kuat, beliau lahir pada tahun 1332 H – 1914 M. Beliau dilahirkan di gudang ilmu dan keagamaan yang terkenal dengan kewaraan dan ketakwaannya. Ayah beliau adalah Syaikh Ibrahim, seorang syaikh yang faqih dan bekerja sebagai guru ilmu-ilmu syariah di kementerian Pendidikan Palestina. Ibunda beliau juga memiliki p
Jejak, Terbaru
ilustrasi | gambar : republika.co.id Teladan Salafush-Shalih: SYU’BAH BIN Al-HAJJAJ Nama lengkapnya adalah Syu’bah bin al-Hajjaj bin Ward al-’Ataki al-Azdi Abu Bistham al-Wasathi. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Syu’bah bin al-Hajjaj. Ia dikenal sebagai salah seorang ulama hadis terkemuka. Syu’bah lahir pada tahun 80 H di bawah kekuasaan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, lalu menetap di Bashrah (Irak). Syu’bah bin al-Hajjaj banyak dipuji oleh para ulama. Imam Ahmad bin Hanbal, misalnya, berkomentar, “Tidak ada pada masa Syu’bah orang yang seperti dia dalam bidang hadis.” Imam Syafii juga berkata, “Andaikata tidak ada Syu’bah, orang Irak tidak banyak mengetahui hadis.” Bahkan Imam adz-Dzahabi menegaskan, “Syu’bah adalah Al-Hâfizh al-Kabîr, ulama besar pada zaman