Monday, June 26Media Muslim

Generasi Buta Islam Karena Jauh Dari Sirah Nabawiyah

Generasi Buta Islam Karena Jauh Dari Sirah Nabawiyah

MUSTANIR.com – Ingat pepatah “kacang lupa pada kulitnya”? Pepatah yang menggambarkan seseorang yang lupa apa asal muasalnya. Termasuk lupa pada sejarah. Sadarkah kita kalau hari ini banyak generasi muslim yang tidak tahu sejarah keislaman mereka? Banyak generasi muslim yang hanya tahu kalau mereka adalah muslim yang tinggal di Indonesia, tapi tidak memahami kalau mereka berasal dari sebuah sejarah kehidupan yang agung.

Itu salah satu penyebab banyak muslim hari ini berperilaku seperti kacang lupa pada kulitnya. Mereka muslim tapi tidak bangga dengan keislaman mereka. Muslim tapi menjauhkan diri dari keislaman. Bahkan sebagian merasa malu dengan sejarah keislaman yang mereka dengar dari “katanya”. Katanya Nabi Muhammad itu kejam, tukang berperang, tukang kawin, atau sejarah Islam itu penuh dengan kelicikan, harem atau gundik-gundik, dsb.

Sebagian lagi dari mereka menafsirkan sendiri kepribadian Nabi SAW menurut hawa nafsu mereka laksana orang-orang buta yang meraba gajah lalu menyimpulkan gajah itu seperti apa yang mereka raba. Tentu saja semuanya adalah salah dan seringkali menyesatkan. Misalnya tidak sedikit muslim yang meyakini Rasulullah itu orang yang lemah lembut dan penyayang termasuk kepada musuh-musuh Beliau sampai-sampai tak pernah menumpahkan darah, menyakiti atau membalas perbuatan orang-orang zalim dan kafir. Maka mereka menentang pendapat para ulama yang menyebutkan bahwa dalam Islam ada hukum potong tangan bagi pencuri, ada hukum qishash bagi pembunuh, ada perintah berperang, dsb.

Bahkan di antara mereka juga begitu yakinnya kalau Rasulullah SAW. adalah seorang pluralis sejati, tidak pernah mendebat keyakinan atau akidah kaum kuffar dari kalangan musyrikin dan ahli kitab. Sehingga Islam itu adalah agama yang sejajar dengan agama-agama lain.

Di antara mereka ada juga yang mempelajari Siroh Nabi SAW. tapi mereka memposisikan Rasulullah seperti mereka memandang Karl Marx, Lenin, Adam Smith, Napoleon, Louis XIV, sama sekali tak ada pengagungan kepada Rasulullah SAW. Berkat pengajaran dari guru-guru mereka, kaum orientalis, mereka menilai Muhammad itu manusia biasa, bahkan bisa berbuat kejahatan. Bagi mereka status kenabian Muhammad saw. dan pujian yang datang dari Allah SWT. seperti tak ada artinya. Padahal Allah SWT. sudah memuji dan menjelaskan kedudukan Rasulullah SAW. bukanlah manusia biasa.

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (TQS. 53: 3-4).

Juga firmanNya:

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung, maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat (TQS. Al-Qalam: 3-5).

Ibnul Qayyim rahimahullah juga mengklasifikasikan sikap manusia terhadap sejarah hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi tiga golongan: mustaktsir (banyak tahu), muqill (kurang peduli), mahrum (jauh darinya).

Apa yang terjadi bila anak-anak kita jauh/tidak paham Sirah Nabi dengan benar?

1. Tidak ada ruh keimanan saat mendengar nama Nabi SAW. dan membaca hadits-hadits dari Beliau atau tentang Beliau. Tak kenal maka tak sayang, itulah ungkapan yang pas menggambarkan generasi yang sudah jauh dari Sirah Nabi SAW. Selanjutnya hal ini berujung pada tiadanya izzah/kebanggaan dalam diri mereka sebagai seorang muslim karena tidak paham bahwa agama ini ditegakkan dengan perjuangan, bukan dengan kemudahan begitu saja.

2. Tidak memiliki role model yang benar dalam kehidupan, karena tidak memahami sosok Rasulullah SAW. adalah sebaik-baiknya manusia. Amat mungkin bagi mereka menjadikan figur yang lain, bahkan mungkin orang hina sebagai idola dalam kehidupan mereka.

3. Tidak memahami pelaksanaan ajaran Islam secara benar, malah akan enerjemahkan ajaran Islam sesuai kehendak. Perlu dipahami bahwa sirah bukan sekedar cerita apalagi dongeng, tapi termaktub di dalamnya tuntunan dalam pelaksanaan ajaran Islam.

4. Tidak akan muncul pembelaan terhadap kemuliaan Islam dan Rasulullah SAW. karena tidak pernah mendapat gambaran apa yang dilakukan oleh para sahabat yang menyertai Beliau pada saat ada terjadi penghinaan terhadap ajaran Islam dan kemuliaan Rasulullah SAW. (iwanjanuar.com, 29/5/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *