Wednesday, January 17Media Muslim

Ketika Marah, Ini yang Diajarkan oleh Rasulullah Saw

Wanita marah (Ilustrasi) | foto: rep


MUSTANIR.COM, Sebagian orang menduga bahwa dengan marah, dirinya tampak lebih berwibawa. Tentu saja, deugaan ini keliru, sebab pemarah tidak akan disukai siapa pun. Mereka akan menghindari orang yang pemarah karena takut disakiti. Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah manusia yang dijauhi karena perangai jahatnya.”

Karena itu, siapa yang merasa dirinya cepat marah, selayaknya menyadari bahwa kewibawaan seseorang tidak diraih dengan watak cepat marah. Abu Hurairah ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kuat bukan diukur dengan bertarung. Orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari Ensiklopedia Alquran bahwa pada suatu hari, seorang Muslim bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apa yang dimaksud dengan bertarung wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pertarungan sesungguhnya adalah jika seseorang marah lalu amarahnya makin memuncak, wajahnya memerah, dan kulitnya merinding, dan pada saat itulah ia mampu menaklukkan amarahnya.” (HR. Ahmad bin Hambal)

Rasulullah SAW memberikan nasehat kepada kita agar dapat mengendalikan kemarahan. Salman al-Farisi ra berkata, “Janganlah marah! Kalaupun Anda marah, kendalikan lisan dan tangan Anda.” Berikut merupakan nasehat Rasulullah SAW yang harus dilakukan dalam keadaan marah.

Hadapilah dengan cara yang lebih baik

Allah SWT berfirman, “Dan tidaklah sama antara kebaikan dan kejahatan. Hadapilah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik. (sehingga) orang yang tadinya bermusuhan denganmu tiba-tiba menjadi kawan akrab. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat: 34-36)

Menurut Ibnu Abbas, Rasulullah SAW membaca surah Fushilat ayat ke 34 dan menafsirkannya dengan ungkapan, “Bersabar ketika marah dan memberi maaf ketika dijahati. Jika itu dilakukan Allah SWT akan melindungi mereka dan musuh akan takluk pada mereka.”

Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Terdapat tiga sifat jika disandang seseorang dirinya akan dilindungi Allah SWT, diliputi rahmat-Nya, dan dimasukkan dalam cinta-Nya, yaitu bersyukur ketika diberi rezeki, memberi ampun ketika mampu (untuk relawan), dan mampu mengendalikan diri saat marah.”

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mampu mengendalikan amarahnya, Allah SWT menghindarkan siksa darinya, dan barangsiapa yang mampu menjaga lidahnya, Allah SWT akan menutup auratnya (Allah SWT akan mengampuni dosanya dan melindungi orang tersebut dari setiap hal yang dapat mencemarkan nama baiknya).”

Membaca kalimat ini

Mua’adz bin Jabal ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW melihat dua orang lelaki yang saling mencela. Salah seorang di antara mereka marah. Melihat itu, Rasulullah SAW bersabda, “Aku mengetahui sebuah kalimat yang jika dibaca akan menghilangkan amarah. Muadz bertanya, “Kalimat apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Allahumma inni a’udzubika min asy-syaithan ar-rajim. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan yang terkutuk).”

Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda, “Marah itu berasal dari setan. Sementara setan diciptakan dari api dan api hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, jika di antara kalian ada yang marah segeralah berwudhu.” (HR. Ahmad bin Hanbal)

Abu Dzar al-Ghifari melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ada di antara kalian yang marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah. Apabila kemarahan tersebut belum juga reda, berbaringlah.” (HR. Ahmad bin Hanbal)

Menurut laporan sejumlah sahabat, seorang lelaki pernah mendatangi Rasulullah SAW. Orang tersebut berkata, “Wahai Rasulullah SAW, berikan padaku sebuah nasihat singkat. Mudah-mudahan aku dapat menjaganya.” Rasulullah SAW berkata, “Jangan marah!”

Tampaknya orang itu menginginkan tambahan nasihat. Hanya saja, setiapkali ia meminta tambahan nasihat, Rasul SAW selalu menjawab, “Jangan marah! Tidak lebih dari itu.

Dalam riwayat Abu Darda ra disebutkan bahwa seseorang berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku sebuah amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke surga.” Dengan singkat beliau berkata, “Jangan marah, engkau pasti masuk surga.” (republika.co.id/19/12/17)

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *