Wednesday, December 13Media Muslim

Memaknai Bulan Suci Ramadhan (I)

Memaknai Bulan Suci Ramadhan (I)

MUSTANIR.com — Apa Makna Bulan Suci Ramadhan?

Bagi seorang muslim mengerti akan hakikat makna bulan suci Ramadhan adalah sebuah keharusan. Karena tatkala dia memahami dengan benar makna bulan suci Ramadhan, In Syaa ALLAH dia akan bisa meraih banyak sekali kebaikan di dalamnya. Paling tidak dia akan merasa menyesal ketika dia melewatkan satu atau beberapa hal di dalam bulan suci Ramadhan,

Sebagai analogi sederhana, bagi bayi berumur di bawah 2 (dua) tahun misalnya. Maka dia akan berusaha meraih apapun yang ada di hadapannya, entah dengan merangkap ataupun berjalan. Baik yang ada di depannya adalah api atau pun batu. Maka, hampir bisa dipastikan dia akan mencoba meraihnya. Dan ketika bayi tersebut meraih api dan mencoba menyentuh apalagi memakan, maka bisa kita tebak apa yang terjadi padanya. Bukan kebaikan yang didapat, namun justru keburukan yang dia dapatkan. Mengapa? Karena memang bayi belum mengerti apa-apa, belum memahami hakikat (makna) api, batu dan lainnya.

Oleh karena itu adalah hal yang mungkin bisa terjadi ketika seorang muslim menghadapi bulan suci Ramadhan, yang seharusnya berlimpah kebaikan dia dapatkan, justru sebaliknya. Mengapa? Karena dia mungkin tidak memahami dengan benar tentang hakikat makna bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).

Memaknai Bulan Suci Ramadhan?

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ragam kebaikan, keutamaan dan keberkahan. Kebaikan, keberkahan dan keutamaan ini yang harus difahami setiap muslim sebagai makna bulan suci Ramadhan. Pertama: Pada bulan Ramadhanlah puasa diwajibkan atas Kaum Muslim sebagai salah satu wasilah untuk meraih ketaqwaan (QS. 2: 183).

Kedua: Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an bagi umat manusia; sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia, yang membedakan yang haq dengan yang bathil serta menjelaskan jalan petunjuk-Nya (QS. 2: 185).

Ketiga: Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar (QS. 97: 1).

Keempat: Pada bulan Ramadhan, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu; sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kelima: Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa Ramadhan dengan menyediakan satu pintu khusus di syurga yang dinamai ar-Rayyan. Sabda Nabi SAW, “Pintu ar-Rayyan hanya diperuntukan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk selain mereka. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka taka ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Keenam: Puasa Ramadhan adalah perisai penghalang dari godaan hawa nafsu dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka. Rasul SAW bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan al-Baihaqi).

Ketujuh: Bau mulut orang yang berpuasa Ramadhan, di sisi Allah pada Hari Kiamat nanti, lebih wangi dari bau minyak kesturi (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kedelapan: Allah SWT memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak pada Hari Akhir, sebagaimana kata Nabi SAW, “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan; kala berbuka dan kala bertemu Allah.” (HR. Muslim).

Kesembilan: Allah SWT menjauhkan wajah orang yang berpuasa Ramadhan dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

Kesepuluh: Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam (Hadits Nabi SAW melalui penuturan Abdullah bin ‘Umar dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kesebelas: Allah SWT memberikan balasan langsung kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Setiap amalan anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya, amalan puasa itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kedua belas: Puasa Ramadhan bisa menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa hamba. Nabi SAW, bersabda, “Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, serta amar ma’ruf dan nahi munkar.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dan (dari) Ramadhan ke Ramadhan, adalah penggugur dosa (seseorang pada masa) di antara waktu tersebut sepanjang ia menjauhi dosa besar.” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hanya mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari).

Ketiga belas: Puasa Ramadhan akan memasukkan pelakunya ke dalam syurga. Abu Umamah ra pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam syurga.” Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu taka da bandingannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An-Nasa’I dan Ibnu Hibban).

Keempat belas: Puasa Ramadhan akan memberikan kepada pelakunya syafa’at pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda,” Puasa dan AL-Qur’an akan memberikan syafa’at untuk seorang hamba pada Hari Kiamat.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Dengan semua keutamaan di atas, tak selayaknya seorang Muslim menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang datang menghampiri. Mari kita mereguk keutamaan Ramadhan sebanyak-banyaknya.[]

Lutfi Sarif Hidayat, SEI
Direktur Lembaga Pembelajaran & Pengamalan Al-Quran (LPPQ) Darud Dakwah

Share Button
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *