Sunday, July 15Media Muslim

Ini Dia Biang Keladi Meroketnya Harga Telur Ayam

Ilustrasi. foto: jatengpos.com


MUSTANIR.COM, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai pemicu lonjakan harga telur ayam. Sebab, bahan baku untuk pakan ayam ras merupakan komoditas impor.

“Harga pakan naik karena dolar AS,” ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu. Mendag pun berencana menemui pengusaha pakan ternak untuk bersama-sama mencari solusi atas kondisi tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengonfirmasi alasan Mendag. Menurut dia, kurs rupiah per Januari masih berada di level Rp 13.500 per dolar AS. Namun, kurs sekarang mencapai Rp 14.300 sampai Rp 14.400 per dolar AS. “Bahan baku yang memang impor,” kata Utomo kepada Republika.co.id di Jakarta, kemarin.

Salah satu bahan baku impor yang digunakan adalah bungkil kacang kedelai. Seiring pelemahan rupiah, bungkil pun mengalami kenaikan. Namun, Utomo tidak menyebut besaran kenaikannya.

Harga bahan baku yang tinggi, lanjut dia, menyebabkan pengusaha terpaksa menaikkan harga pakan antara Rp 250 hingga Rp 300 per kg. Saat ini, harga pakan untuk ayam pedaging rata-rata dijual Rp 7.200 per kg, sedangkan untuk ayam petelur antara Rp 6.300 hingga Rp 6.500 per kg.

HARGA TELUR AYAM

Harga acuan: Rp 22 ribu per kg

Rata-rata nasional: Rp 26.900 per kg

DKI Jakarta: Rp 28.650 per kg

Maluku Utara: Rp 37.850 per kg

Papua: Rp 35.500 per kg
(republika.co.id/13/7/18)

Share
Share This :