Wednesday, June 20Media Muslim

Menengok Jejak Peradaban Islam di Andalusia

Andalusia, Spanyol | foto: rol


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Islam adalah agama terbaik yang pernah diturunkan ke muka bumi. Selama berabad-abad lamanya, umat Islam menebar kebaikan di seluruh pelosok dunia. Salah satunya di tanah Andalusia, Spanyol, pada awal abad kedelapan oleh Thariq bin Ziyad. Ketua Yayasan Pesantren Islam (YPI) al-Azhar bidang Pendidikan dan Sosial, Prof Shobahus Surur, mengata kan, umat Islam sejak dahulu sudah memilih orang-orang terbaiknya untuk menyebarkan Islam.

“Kalau kita bicara soal Andalusia, saya pasti langsung ter ingat dengan kisah Jenderal Thariq bin Ziyad. Waktu itu di bawah kepemimpinan Gubernur Musa bin Nushair,” ujarnya saat membuka talkshow di Aula Buya Hamka, Masjid Agung al-Azhar, belum lama ini.

Pada acara yang digelar oleh Indonesian Islamic Youth Eco nomic Forum (ISYEF), ia bercerita bahwa saat itu Thariq bin Ziyad membawa 12 ribu pasukan Muslim terbaik untuk membebaskan tanah Andalusia. Para pa sukannya diseleksi soal kehadiran dalam sholat lima waktu, hafalan Alquran, dan mengerjakan amal an-amalan sunah. Keberhasilan kaum Muslimin dalam membebaskan dan membangun peradaban Andalusia menjadi salah satu peradaban paling maju pada za man nya selama tujuh abad lama nya. Itu karena dilakukan oleh para founding father yang hebathebat.

Luqman Nieto, seorang hafiz Quran dari Sevilla Islamic Center, mengatakan, Islam pertama kali masuk ke Andalusia, Spanyol, ta hun 711. Ketika itu, cahaya Islam datang untuk membawa Anda lusia kepada kemajuan yang tak pernah ditemukan sebelumnya.

Menurut Lukman, Andalusia s e belum kedatangan Thariq bin Ziyad kondisinya sangat memprihatikan, khususnya di bidang eko nomi. Sebab, kata dia, keka yaan yang terkandung di Anda lusia habis terkuras untuk biaya perang. Setelah Islam datang, kon disi Andalusia berangsur mem baik.

Sejak Thariq bin Ziyad menginjakkan kakinya di tanah Anda lusia, wilayah tersebut mulai ber gerak menuju peradaban baru yang maju dan belum pernah ter jadi sebelumnya. “Andalusia se makin terbuka melakukan hu bungan kerja sama dengan wila yah-wilayah di sekitarnya, seperti hubungan dengan Maroko, Italia, Mesir, dan sebagainya,” katanya.

Lelaki yang mulai menghafal Alquran sejak usia 11 tahun itu mengungkapkan, kemajuan pesat peradaban di Andalusia ditandai dengan jumlah populasi masya rakat Muslim di Cordoba mencapai 500 ribu hingga 1 juta orang pada tahun 1000 Masehi. Setidak nya, dari populasi Muslim yang ada di Cordoba pada saat itu, ada 700 masjid yang sudah berdiri dan ada sekitar seratus perpustakaan juga dibangun di berbagai wilayah.

Sementara itu, Akbar Satrio, perwakilan ISYEF, mengatakan, salah satu solusi mengembalikan kejayaan umat Islam dengan me ngembalikan fungsi masjid sesuai khittoh-nya. Yaitu, masjid seba gai pusat peradaban. “Kita ingin menggerakkan 800 ribu mas jid di seluruh Indonesia. Ka mi yakin jika dari 800 ribu masjid di Indo nesia bisa bersama-sama menjadi pusat aktivitas pemuda Islam, ma sa depan Indonesia akan se ma kin maju,” katanya.

Pemuda, kata dia, harus me majukan ekonomi umat melalui masjid. ISYEF amat yakin masjid bisa menjadi tempat yang akan membawa kejayaan Islam. Bukan saja di Indonesia, tetapi di selu ruh dunia.
(republika.co.id/27/1/18)

Share
Share This :