Monday, April 23Media Muslim

Politik ‘Sepeda Motor’ ala Presiden Jokowi

Pelajar berfoto selfie saat Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengendarai motor listrik di Papua. foto: tempo


MUSTANIR.COM – Sepeda motor punya cerita tersendiri dalam sejarah perjalanan politik Jokowi untuk mencapai posisinya saat ini.

Tak cuma sekali, mantan tukang kayu itu kedapatan menggunakan kendaraan roda dua untuk blusukan ke tempat-tempat yang paling pelosok sekalipun.

Jokowi seakan ingin menunjukkan kesahajaannya yang total entah lantaran memang sudah menjadi kebiasaannya atau sebagai caranya agar lebih mudah diterima masyarakat.

Di ujung sana ada yang menyambut baik betapa orang nomor satu di negeri ini masih berkenan mengendarai kendaraan yang selama ini dianggap hanya untuk kaum proletar.

Sementara di seberang mereka justru semakin muak dengan anggapan bahwa pria ini sudah kian berlebihan dalam melakukan pencitraan.

Ada justru yang mempertanyakan apakah itu saran dari konsultan politiknya atau memang inisiatif Jokowi sendiri.

Namun bagi orang-orang yang biasa bertugas di dekatnya, bukan sesuatu yang mudah untuk mengikuti ritme kerja seseorang seperti Jokowi.

Salah satu perangkat kepresidenan yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya harus benar-benar menjaga stamina untuk mengimbangi kegesitan Sang Presiden.

Standar keamanan yang tak segan diterabas oleh Jokowi menjadikan para petugas “tirai” harus benar-benar waspada saat bertugas.

Termasuk saat memilih kendaraan untuk menjangkau tempat-tempat saat kunjungan kerja, Jokowi terkadang berinisiatif memilih sendiri jenis kendaraannya.

Sesuatu termasuk mobil yang sudah disiapkan kerap kali teronggok percuma ketika Sang Presiden justru memilih sepeda motor.

Pilihan itu kadang membuat para petugas pengamanan merasa hampir “copot” jantungnya.

Hanya Jokowi

Sepanjang sejarah, barangkali hanya Jokowi yang berani mengujicoba dan menggunakan dirinya sebagai alat untuk melakukan politik simbol.

Namun tak bisa disalahkan karena bisa saja ia memilih politik simbol untuk bisa mempertahankan dirinya tetap di hati masyarakat.

Jokowi memilih kendaraan roda dua saat berkunjung ke Sukabumi yang relatif memiliki topografi wilayah yang bergelombang.

Jokowi seperti ingin menghirup langsung aroma masyarakatnya, mencium keringat para buruh tani, hingga pemuda desa yang bertelanjang dada.

Tak pelak apa yang dilakukannya dengan sepeda motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper miliknya di jalan raya Sukabumi menjadi bahan perbincangan yang sangat viral.

Dampaknya jelas luas, industri sepeda motor sekelas chopper, jaket jeans, hingga sneakers ala Jokowi menjadi bahan buruan.

Berlanjut dalam kunjungannya ke Papua, Jokowi memilih sepeda motor listrik untuk memboncengkan sang istri berkeliling Asmat.

Ia bahkan tak ragu ketika harus menerobos guyuran hujan yang semakin deras di Kota Agats, Asmat.

Momen ini diawali saat cuaca mendung menyelimuti Kota Agats, saat Jokowi dan Iriana meninjau pembangunan 1.000 rumah untuk masyarakat Asmat di Kampung Kayeh.

Jauh sebelum itu, ia juga sudah pernah naik motor saat meninjau jalan di Papua. Namun saat itu, Jokowi menaiki motor trail. Jaraknya sekitar 10 kilometer.

Barangkali itulah politik simbol Jokowi, di satu sisi ia ingin menjadi duta bagi produk-produk yang dikenakannya, di sisi yang lain ia seperti sedang mengolok-olok elit politik yang menjadi lawannya dengan apa yang sedang dilakukannya.
(antaranews.com/14/4/18)

Share This :