Friday, October 20Media Muslim

Tafsir Al-Azhar Buya Hamka Tidak Pakai Metode Hermeneutika

Tafsir Al-Azhar Buya Hamka Tidak Pakai Metode Hermeneutika

MUSTANIR.com – Master bidang tafsir al-Qur’an lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Fahmi Salim Zubair MA, nike tn femme menegaskan, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka tidak menggunakan metode hermeneutika.

Metode hermeneutika, fjällräven kånken Laptop 15 jelasnya, adalah mengubah-ubah makna teks (hukum Islam) agar sesuai dengan kepentingan dan kondisi. nike tn requin Sedangkan Hamka, kata Fahmi, seratus persen percaya dengan kebenaran teks dan menjadikan realitas sebagai pendukung teks.

Ia mencontohkan, ketika Hamka menafsirkan ayat arrijalu qawwamuna ‘alannisa (laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan), Nike France Hamka mengungkap, nike air max kepemimpinan tersebut tidak hanya untuk manusia tapi juga hewan. Hewan jantan memimpin hewan betina. Seperti bebek jantan yang berdiri di depan kerumunan bebek jantan yang mencari makan.

“Itulah fitrahnya laki-laki itu jadi pemimpin bagi perempuan,” ucap Fahmi dalam acara seminar sehari tentang Warisan Intelektual dan Keulamaan Buya Hamka, asics gel stratus hombre di aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Jakarta, penghujung pekan kemarin.

“Jadi kalau ada yang menulis ‘Tafsir Hermeneutik dalam Tafsir Al-Azhar’, mana ada?” tambahnya.

Menurutnya, New Balance 990 męskie seorang penafsir al-Qur’an yang kompeten dan piawai ialah justru yang bisa mempertahankan postulat-postulat hukum dalam al-Qur’an.

Tidak seperti tafsir klasik yang berisi rumus-rumus menyerupai ensiklopedi, adidas bounce uomo Fahmi menilai, tafsir Hamka tidak kering karena mendialogkan teks dengan realitas.

Peneliti INSISTS ini menggolongkan Tafsir Al-Azhar ke dalam tafsir modern. Sebab tafsir ini menekankan fungsi al-Qur’an sebagai hidayah, meluruskan tuduhan-tuduhan miring yang dilontarkan oleh orientalis, dan menjadi barometer untuk menyeleksi pemikiran-pemikiran Barat.

“Jadi salah, New Balance Pas Cher kalau sekarang kelompok JIL mengatakan bahwa tafsir modern itu kita harus beradaptasi dengan konsep-konsep dari Barat,” pungkasnya. (hidayatullah.com,

Share Button
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *