Thursday, July 19Media Muslim

Ulama dan Tokoh Gresik: Jangan Phobia dengan Khilafah!

Halal bi Halal Ulama dan Tokoh Masyarakat Gresik (8 Juli 2018). foto: shautululama


MUSTANIR.COM, Gresik – Pada hari Ahad 24 Syawal 1439 H / 8 Juli 2018, telah diselenggarakan Halal bi Halal Ulama dan Tokoh Masyarakat Gresik. Acara ini dihadiri sekitar 200 orang, yang terdiri dari para ulama, kyai, tokoh masyarakat serta muhibbinnya.

Pada acara Halal bi halal ini, dibahas kondisi negeri yang semakin terpuruk, umat islam, ulama-ulama Islam jadikan terdakwa dalam berbagai kasus. Padahal yang mereka lakukan adalah dakwah untuk kebaikkan negeri ini dengan menawarkan solusi syariah dalam naungan Khilafah rasyidah ala minhajin nubuwwah.

Oleh karena itu, para ulama dan tokoh masyarakat untuk bermufakat demi kemuliaan dan kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia, menjaga keutuhan negeri serta menghilangkan dominasi penjajahan atas negeri ini, mereka mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Kami para ulama dan tokoh masyarakat menyeru kepada seluruh kaum muslimin bahwa fardlu hukumnya untuk menegakkan Khilafah. Khilafah merupakan ajaran Ahlu sunah wal jama’ah yang dengannya hukum-hukum Islam dapat diterapkan sempurna, persatuan kaum muslimin terjalin serta dakwah ke seluruh dunia dapat terealisasi. Indonesia akan menjadi negara baldatun thoyibatun wa rabbun ghofur, negara adi daya yang mampu mengusir para penjajah dan mensejahterakan rakyatnya.

2. Kami para ulama dan tokoh masyarakat berada di garda terdepan dalam melangsungkan dakwah Islam dan organisasi yang beri’tikad untuk menegakkan syariah dan khilafah. Dengan ini, kami menyatakan bersama sama dengan Hizbut Tahrir dan para anggotanya untuk terus beraktivitas beramar ma’ruf nahi munkar, dan berjuang mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.

3. Kami para ulama dan tokoh masyarakat menyerukan pada seluruh umat Islam untuk memilih para pemimpin yang menolong agama Allah, dan bertekad untuk menegakkan syariah Islam. Menjadi kewajiban kaum muslimin untuk menjauhi partai politik dan para tokohnya yang jelas-jelas memusuhi Islam dan ajarannya. Kami juga menyeru untuk tidak memilih calon penguasa yang telah memusuhi Islam dan kaum muslimin, yang tidak memuliakan para ulama pewaris Nabi.
(shautululama.com/9/7/18)

Share
Share This :